Analisis Kerawanan Banjir Kabupaten Nabire

Main Article Content

Priyah Putra
Indra Maryam
Nurkalbhi Ramadhani Yusuf
Hendrik
Wahyu Hidayat

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Nabire menghadapi ancaman banjir yang semakin kompleks akibat perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali dan karakteristik fisik wilayah yang rentan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan tingkat serta sebaran spasial kerawanan banjir di kawasan pesisir Nabire menggunakan metode weighted overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Enam parameter dianalisis: curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian lahan, tata guna lahan, jenis tanah, dan jarak dari sungai, dengan pembobotan multikriteria. Hasil analisis menunjukkan dominasi kelas kerawanan Tinggi (38,22%; 3.822,1 Ha) dan Sedang (31,54%; 3.154,8 Ha), dengan lebih dari 45% wilayah pada kelas Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan permukiman padat di sempadan sungai, tambak, dan muara merupakan zona kerawanan tertinggi, sementara hutan mangrove berfungsi sebagai penyangga alami. Temuan ini mengimplikasikan perlunya revisi RTRW, rehabilitasi mangrove, pengendalian alih fungsi lahan di dataran banjir, dan peningkatan kapasitas infrastruktur drainase sebagai langkah mitigasi yang komprehensif. 


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putra, P., Indra Maryam, Nurkalbhi Ramadhani Yusuf, Hendrik, & Wahyu Hidayat. (2026). Analisis Kerawanan Banjir Kabupaten Nabire. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 14175–14186. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.18789
Section
Articles

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.