Analisis Komparatif Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Pembelajaran Sejarah pada Kurikulum Merdeka
Main Article Content
Abstract
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut sistem penilaian yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar, tetapi juga memperhatikan proses perkembangan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penilaian formatif dan sumatif dalam pembelajaran sejarah pada Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi peran, keunggulan, dan tantangan penerapan keduanya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur yang berkaitan dengan praktik penilaian dalam pembelajaran sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian formatif berperan dalam memberikan umpan balik secara berkelanjutan sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi perkembangan dan kesulitan belajar siswa serta membantu meningkatkan pemahaman sejarah dan kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, penilaian sumatif berfungsi mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah suatu proses atau periode pembelajaran selesai. Kedua bentuk penilaian memiliki fungsi yang saling melengkapi, meskipun penerapannya menghadapi tantangan terkait kesiapan guru, pemilihan instrumen, pengelolaan waktu, dan konsistensi dalam memberikan umpan balik. Integrasi penilaian formatif dan sumatif dapat menghasilkan proses evaluasi yang lebih komprehensif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan kedua bentuk penilaian dalam mendukung pembelajaran sejarah yang selaras dengan prinsip dan karakteristik Kurikulum Merdeka
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.