Pengaruh Penggunaan Media Deaflearn terhadap Kemampuan Literasi Siswa Gangguan Pendengaran Kelas VII di SLB Negeri Tebo Jambi
Main Article Content
Abstract
Kemampuan literasi merupakan keterampilan penting bagi siswa gangguan pendengaran, namun keterbatasan dalam menerima informasi secara auditori sering menyebabkan hambatan dalam perkembangan bahasa dan pemahaman bacaan. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar visual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Deaflearn terhadap kemampuan literasi siswa gangguan pendengaran kelas VII di SLB Negeri Tebo Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One-Group Pretest-Posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah enam siswa gangguan pendengaran kelas VII. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi yang disusun berdasarkan indikator Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tingkat SMP. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan literasi siswa meningkat dari 80,67 pada pretest menjadi 95,33 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,026 (< 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan penelitian ini adalah media Deaflearn berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa gangguan pendengaran sehingga dapat dijadikan alternatif media pembelajaran berbasis visual yang efektif di sekolah luar biasa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.