Dampak Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Terhadap Human Security di Wilayah Provinsi Sisaket-Oddar Manchey pada Periode Mei-Desember 2025
Main Article Content
Abstract
Eskalasi bentrokan militer dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja pada periode Mei-Desember 2025 memicu krisis kemanusiaan yang signifikan di wilayah perbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari konflik bersenjata tersebut terhadap human security masyarakat sipil yang tinggal di Provinsi Sisaket (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja). Menggunakan pendekatan kulitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dari berbagai dokumen resmi, laporan organisasi internasional, serta artikel ilmiah terkait. Analisis data dioperasionalkan melalui kerangka konsep human security yang mencakup dimensi keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, personal, komunitas, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik ini memperburuk keamanan manusia secara multidimensional. Ketegangan militer menyebabkan hilangnya pendapatan lokal, penurunan remittance, kelengkaan dan inflasi pangan, penutupan belasan fasilitas kesehatan serta ratusa yg n sekolah, keterbatasan akses air bersih di pengungsian, hingga jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sengketa batas wilayah tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi secara langsung merusak fondasi keselamatan individu dari rasa takut (freedom from fear) dan kekurangan (freedom from want). Oleh karena itu, diperlukan mekanisme perlindungan sosial pascakonflik yang komprehensif bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.