Strategi Komunikasi Persuasif Dinas Perhubungan Dalam Implementasi Kebijakan Pengurangan Angkutan Kota Di Kota Bogor
Main Article Content
Abstract
Pertumbuhan kebutuhan transportasi di Kota Bogor mendorong pemerintah daerah melakukan penataan sistem angkutan umum melalui kebijakan pengurangan angkutan kota (angkot). Kebijakan ini menuntut strategi komunikasi persuasif yang efektif dari Dinas Perhubungan (Dishub) agar dapat dipahami dan diterima oleh sopir angkot sebagai pihak yang paling terdampak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif Dishub Kota Bogor dalam implementasi kebijakan tersebut, meliputi: (1) bentuk komunikasi yang digunakan, (2) teknik persuasif yang diterapkan, serta (3) hambatan yang muncul di lapangan beserta cara mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan pejabat Dishub dan sopir angkot, serta observasi proses komunikasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dishub menerapkan lima teknik komunikasi persuasif menurut Effendy, yaitu: (1) teknik integrasi untuk membangun kedekatan dengan sopir angkot melalui forum dialog dua arah; (2) teknik tataan melalui penyampaian informasi secara sistematis dan bertahap melalui surat edaran, sosialisasi langsung, rapat koordinasi, FGD, dan media sosial; (3) teknik ganjaran berupa pemberian kompensasi dan peluang kerja sebagai pengemudi Biskita; (4) teknik asosiasi dengan menghubungkan kebijakan pada manfaat penataan transportasi dan pengurangan kemacetan; serta (5) teknik red herring yang digunakan secara terbatas untuk mengalihkan fokus dari dampak ekonomi menuju tujuan kebijakan jangka panjang. Hambatan utama meliputi kesenjangan informasi, rendahnya penerimaan sopir, ketidakjelasan mekanisme kompensasi, dan perbedaan tingkat pendidikan. Untuk mengatasinya, Dishub meningkatkan intensitas komunikasi dan memperkuat dialog partisipatif.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.