Strategi Komunikasi Organisasi Kemenag Jakarta Selatan dalam Implementasi Fungsi KUA sebagai Pusat Layanan Keagamaan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dalam mengimplementasikan fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat layanan keagamaan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri atas pejabat Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, kepala KUA, dan penyuluh agama yang terlibat dalam implementasi kebijakan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi dibangun melalui integrasi komunikasi top-down dan bottom-up. Komunikasi top-down diwujudkan melalui rapat koordinasi, surat edaran, pelatihan teknis, serta pemanfaatan media digital, sedangkan komunikasi bottom-up berlangsung melalui laporan berkala, mekanisme umpan balik, dan forum diskusi. Implementasi komunikasi masih menghadapi kendala berupa resistensi birokrasi, kesenjangan pemahaman kebijakan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan fragmentasi informasi digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi dua arah, optimalisasi sistem pelaporan digital, serta peningkatan kapasitas komunikasi aparatur untuk mendukung transformasi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.