Efektivitas Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Di Kota Bengkulu
Main Article Content
Abstract
Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan upaya pemerintah dalam
mendukung transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan agar lebih
efektif, efisien, aman, dan mudah diakses masyarakat. Namun, tingkat aktivasi IKD di
Kota Bengkulu masih belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas penerapan IKD di Kota Bengkulu, mengidentifikasi faktor
faktor penghambat, serta menganalisis upaya peningkatan efektivitasnya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan dianalisis
menggunakan teori efektivitas organisasi Richard M. Steers yang meliputi dimensi
pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi.
pegawai telah memahami tujuan program dan mampu melaksanakan pelayanan
sesuai dengan sasaran yang ditetapkan, yang ditunjukkan oleh capaian aktivasi IKD
sebanyak 32.079 pengguna atau 11,09% dari total penduduk wajib KTP per Mei 2026.
Pada aspek integrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu telah
membangun komunikasi, melaksanakan sosialisasi, serta menjalin koordinasi dan kerja
sama dengan berbagai pihak. Pada aspek adaptasi, Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kota Bengkulu mampu menyesuaikan pelayanan dengan sistem
berbasis digital, merespons berbagai kendala, serta mengembangkan berbagai inovasi
pelayanan. Namun, penerapan IKD masih menghadapi kendala berupa rendahnya
pemahaman dan partisipasi masyarakat serta keterbatasan literasi digital.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.