Public Value Pada Inovasi Mening Deh (Makaryo Ning Deso Desa Hebat) di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek
Main Article Content
Abstract
Pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi tantangan pemerataan akses, terutama di wilayah dengan kondisi geografis pegunungan dan pesisir seperti Kabupaten Trenggalek. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengembangkan inovasi pelayanan jemput bola Mening Deh (Makaryo Ning Deso Desa Hebat) yang menghadirkan berbagai layanan perangkat daerah langsung ke desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis public value pada pelayanan publik Mening Deh di Kecamatan Watulimo menggunakan teori Strategic Triangle Mark H. Moore (1995), yang meliputi dimensi legitimacy and support, operational capabilities, dan substantively valuable. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mening Deh memiliki legitimasi melalui regulasi daerah dan memperoleh dukungan masyarakat, meskipun penyebaran informasi belum merata serta belum memiliki SOP khusus. Kemampuan operasional program berjalan baik, namun masih terkendala jaringan internet dan kondisi cuaca. Program ini juga memberikan nilai sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan ekologi bagi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan regulasi teknis dan sosialisasi yang lebih merata diperlukan untuk mengoptimalkan public value Mening Deh.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.