Literasi Digital dalam Pembentukan Akhlak Bermedia Digital Siswa SMA Negeri 1 Gowa
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial remaja Indonesia, termasuk peserta didik jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tumbuh sebagai generasi digital native. Tingginya intensitas penggunaan media sosial tidak selalu diimbangi dengan kematangan etis dalam berkomunikasi di ruang digital, sebagaimana tercermin dari maraknya kasus perundungan siber, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual kontribusi literasi digital terhadap pembentukan akhlak bermedia digital dengan menjadikan SMA Negeri 1 Gowa sebagai fokus kajian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research), memadukan berbagai sumber ilmiah mengenai literasi digital, akhlak dalam perspektif Islam, etika bermedia digital, dan kewargaan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa empat pilar literasi digital nasional, yaitu kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital, memiliki keterkaitan yang kuat dengan pembentukan akhlak bermedia digital. Prinsip tabayyun dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 6 menjadi landasan nilai yang relevan dalam memperkuat literasi informasi dan etika bermedia digital. SMA Negeri 1 Gowa memiliki potensi untuk mengintegrasikan literasi digital dengan pendidikan akhlak melalui program pembelajaran dan pembiasaan yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penelitian empiris lanjutan untuk menguji temuan konseptual dalam praktik di lingkungan sekolah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.