Pengaruh Manajemen Sekolah Terhadap Budaya Belajar
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi budaya belajar di sekolah masih belum optimal, dan mempengaruhi kedisiplinan bagi peserta didik. Sehingga, dibutuhkan manajemen sekolah yang baik agar bisa meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat belajar, dan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara sekolah mengelola kegiatan belajarnya mempengaruhi cara siswa belajar di SMA Negeri 72 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan sampel yang digunakan berjumlah 83 peserta yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan dengan mengisi kuesioner, observasi, wawancara, serta dokumentasi yang diperlukan. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa koefisien korelasi Product Moment antara variabel Manajemen Sekolah (X) dan Budaya Belajar (Y) memiliki nilai 0,495. Nilai tersebut lebih tinggi dari nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5%, sehingga menunjukkan adanya hubungan positif antara manajemen sekolah dan budaya belajar siswa. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, ditemukan nilai sebesar 24,5. Ini menunjukkan bahwa peran pihak sekolah dalam membentuk budaya belajar siswa mencapai 24,5%. Sementara itu, 75,5% pengaruhnya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa diterima. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa cara sekolah mengelola dirinya mempengaruhi cara siswa belajar di SMA Negeri 72 Jakarta secara positif.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.