Dinamika Proses Desistance Lesbian pada Perempuan Dewasa Awal
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan memahami dinamika pengalaman desistance pada perempuan dewasa awal yang pernah menjalani hubungan sesama jenis, khususnya dalam proses mengakhiri hubungan dan memaknai kembali kehidupannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi transendental Moustakas. Partisipan terdiri atas tiga perempuan dewasa awal yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis melalui beberapa tahapan epoche, phenomenological, dan reduction serta horizonalization, pengelompokan unit makna, textural description, structural description, dan textural-structural synthesis. Hasil penelitian menghasilkan lima tema utama, yaitu kebutuhan psikologis dan pencarian kedekatan emosional, pemaknaan hubungan sebagai relasi romantis, konflik batin dan negosiasi nilai, turning point sebagai momentum perubahan, serta rekonstruksi identitas dan orientasi kehidupan setelah desistance. Hubungan dimaknai sebagai ruang memperoleh perhatian, penerimaan, rasa aman, dan kedekatan emosional. Seiring waktu, muncul konflik terkait nilai pribadi, agama, keluarga, lingkungan sosial, dan masa depan. Pengalaman kehilangan, tekanan emosional, refleksi spiritual, serta kesadaran terhadap tujuan hidup menjadi titik balik yang memperkuat keputusan mengakhiri hubungan. Setelahnya, partisipan menata kembali pemahaman terhadap diri, keluarga, pekerjaan, spiritualitas, dan masa depan. Temuan menunjukkan bahwa desistance merupakan proses rekonstruksi makna diri, relasi, nilai, dan arah kehidupan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.