Analisis Kebijakan Pengiriman Anak-Anak Nakal ke Barak Militer oleh Pemerintah Daerah Studi Kasus Kebijakan KDM di Jawa Barat

Main Article Content

Teuku Muhammad Arief
Margaretha Hanita

Abstract

Meningkatnya kenakalan remaja di Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan pengiriman anak-anak yang berperilaku menyimpang ke barak militer sebagai upaya pembinaan karakter dan disiplin. Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan karena dipandang memiliki manfaat sekaligus potensi pelanggaran terhadap prinsip perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis narasi kebijakan, kontra narasi, dan metanarasi atas kebijakan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Narrative Policy Analysis (NPA) pada level analisis meso. Sumber data berupa data sekunder yang diperoleh dari dokumen kebijakan, berita media massa, dan literatur ilmiah. Data dianalisis melalui identifikasi elemen narasi, aktor kebijakan, sistem nilai, strategi, serta pembentukan metanarasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi utama pemerintah menempatkan kebijakan sebagai solusi pembentukan disiplin dan pengurangan kenakalan remaja, sedangkan kontra narasi menyoroti risiko pelanggaran hak anak, trauma psikologis, stigmatisasi, dan lemahnya dasar hukum serta bukti efektivitas jangka panjang. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kebijakan memerlukan pendekatan yang lebih humanis melalui pendidikan karakter, konseling, dukungan keluarga, intervensi psikososial, evaluasi berbasis bukti, serta kolaborasi lintas sektor agar tujuan pembinaan remaja dapat tercapai tanpa mengabaikan hak-hak anak.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Arief, T. M., & Hanita, M. (2026). Analisis Kebijakan Pengiriman Anak-Anak Nakal ke Barak Militer oleh Pemerintah Daerah : Studi Kasus Kebijakan KDM di Jawa Barat. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 15391–15399. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.20192
Section
Articles

Similar Articles

<< < 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.