Analisis Siyasah Dauliyah terhadap Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Bergabung BRICS

Main Article Content

Kevin Kaiserano Tarigan
Fathul Mu'in
Nur Rahmah

Abstract

Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada tahun 2025 merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan politik luar negeri bebas dan aktif di tengah perubahan tatanan global yang semakin multipolar. Kebijakan ini membuka peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga keseimbangan hubungan diplomatik dan independensi politik luar negeri Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan politik luar negeri Indonesia bergabung dengan BRICS berdasarkan perspektif Siyasah Dauliyah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS sejalan dengan prinsip-prinsip Siyasah Dauliyah, khususnya kemaslahatan (maslahah), keadilan (al-'adalah), kerja sama (at-ta'awun), dan penghormatan terhadap kedaulatan negara. Namun demikian, Indonesia perlu tetap menjaga prinsip bebas dan aktif agar tidak terjebak dalam rivalitas geopolitik negara-negara besar. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif Siyasah Dauliyah dalam menganalisis keanggotaan Indonesia dalam BRICS yang selama ini lebih banyak dikaji melalui pendekatan hubungan internasional dan ekonomi politik

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Tarigan, K. K., Mu’in, F., & Rahmah, N. (2026). Analisis Siyasah Dauliyah terhadap Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Bergabung BRICS. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 16369–16376. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.20704
Section
Articles

Similar Articles

<< < 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.