Implementasi Sipraja Dalam Pelayanan Administrasi Desa: Analisis Critical Success Factors Di Desa Larangan
Main Article Content
Abstract
Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam pelayanan administrasi desa. Salah satu bentuk pelayanan berbasis digital di Kabupaten Sidoarjo adalah Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (SIPRAJA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIPRAJA di Desa Larangan menggunakan pendekatan Critical Success Factors (CSF) yang dikemukakan oleh Bryson (2004). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIPRAJA memberikan perubahan terhadap pelayanan administrasi desa karena masyarakat dapat mengakses layanan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Penggunaan SIPRAJA juga memberikan efisiensi pelayanan melalui penggunaan tanda tangan digital dan pengarsipan elektronik. Namun demikian, implementasi SIPRAJA masih menghadapi beberapa kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan perangkat teknologi, ketidakstabilan server, serta pelayanan manual yang masih berjalan bersamaan dengan sistem digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIPRAJA dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, koordinasi organisasi, dan adaptasi birokrasi. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dalam mendukung efektivitas pelayanan administrasi berbasis digital di tingkat desa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.