Pengaruh Kelekatan Ayah Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja
Main Article Content
Abstract
Masa remaja adalah waktu pertumbuhan yang ditandai dengan peningkatan emosi yang lebih kuat, sehingga kemampuan untuk mengatur emosi menjadi hal yang penting untuk penyesuaian psikologis. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh dalam perkembangan pengaturan emosi adalah hubungan dengan orang tua, terutama hubungan dengan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh keterikatan seorang ayah terhadap dua cara mengatur emosi, yaitu mengubah cara berpikir tentang situasi (cognitive reappraisal) dan menahan ekspresi emosi (expressive suppression), pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dengan total sampel sebanyak 202 orang. Setelah itu, data tersebut dianalisis dengan metode path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan antara ayah dan anak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penilaian kognitif, dengan nilai R² sebesar 0,002. Ini berarti bahwa kontribusinya sangat kecil, hanya sekitar 0,2%. Sedangkan untuk penekanan ekspresif, R² = 0,045 yang menunjukkan bahwa kelekatan ayah dapat menjelaskan 4,5% variasi penekanan ekspresif pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin dekat hubungan antara ayah dan anak, semakin kecil kemungkinan remaja untuk menekan perasaan mereka. Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan komunikasi yang terbuka, penuh empati, dan mendukung antara ayah dan remaja untuk membantu remaja mengatur emosi mereka dengan lebih baik.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.