Studi Netnografi: Praktik Berbagi Ulasan Skincare dalam Komunitas #Skincareindonesia di Tiktok
Main Article Content
Abstract
Meningkatnya ulasan skincare di TikTok memudahkan konsumen memperoleh informasi, tetapi juga menimbulkan kelebihan informasi dan persoalan kredibilitas. Pada konten bertagar #skincareindonesia, electronic word-of-mouth (eWOM) tidak hanya berlangsung melalui video, tetapi juga melalui komentar, balasan, klarifikasi, dan pertukaran pengalaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi ulasan skincare, pola interaksi audiens, proses negosiasi makna dan kredibilitas, serta perubahan fungsi ulasan dalam komunitas digital di TikTok. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis-interpretatif, pendekatan kualitatif, dan metode netnografi. Data diperoleh melalui purposive sampling terhadap empat artefak audiovisual dari akun @skinby_sindy, @dr.giovanniabraham, @sitimariaam0, dan @hexztt, beserta caption, komentar, dan balasannya selama Oktober 2025–Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreator edukatif dan otoritas medis mendorong pencarian bantuan, klarifikasi, demistifikasi, dan konsultasi informal. Konten afiliasi memperlihatkan kecenderungan komodifikasi, narasi berbasis ketakutan, dan bukti sosial artifisial, sedangkan pengguna organik menunjukkan advokasi sebaya, skeptisisme terhadap manipulasi visual, dan pertukaran pengalaman. Temuan penelitian menghasilkan model Budaya Ulasan Ternegosiasi (Negotiated Review Culture), yang menjelaskan bahwa kredibilitas ulasan dibentuk melalui interaksi antara beragam otoritas, pengalaman kontekstual, dan pertimbangan konsumsi kolektif. Dengan demikian, pada klaster yang diteliti, eWOM berkembang dari komunikasi promosi satu arah menjadi ruang partisipatif untuk menerima, menguji, menolak, dan menegosiasikan informasi skincare.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.