Konstruksi Wacana Budaya dalam Upacara Adat Jamasan Gong Kyai Pradah: Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana budaya dalam upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks mengonstruksi tema penghormatan terhadap pusaka, kesakralan ritual, ungkapan syukur, dan permohonan keselamatan melalui rangkaian penyiapan sesaji, doa dan mantra, serta siraman Gong Kyai Pradah. Pada dimensi kognisi sosial, wacana tersebut merepresentasikan pengetahuan, keyakinan, dan pengalaman kolektif masyarakat dalam memaknai Gong Kyai Pradah sebagai pusaka dan warisan budaya. Selanjutnya pada dimensi konteks sosial, Jamasan menjadi praktik budaya yang memperkuat identitas, solidaritas, religiusitas, dan keberlanjutan tradisi masyarakat. Penggunaan bahasa Jawa yang berpadu dengan nilai religius Islam serta keberadaan sesaji dan mantra menunjukkan konstruksi budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Sehingga Jamasan Gong Kyai Pradah merupakan wacana budaya yang merepresentasikan hubungan antara bahasa, pengetahuan sosial, praktik ritual, dan identitas masyarakat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.