Persepsi Pendengar terhadap Bahasa Emosional dalam Album Lagipula Hidup Akan Berakhir (LHAB) Karya Hindia: Kajian Psikolinguistik
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji persepsi pendengar terhadap bahasa emosional dalam album Lagipula Hidup Akan Berakhir (LHAB) karya Hindia melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dua sumber data: lirik 28 lagu album LHAB sebagai data primer, dan angket terbuka yang disebarkan kepada 58 responden sebagai data sekunder. Responden dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria telah mendengarkan minimal tiga lagu dalam album tersebut dan berusia 15–30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa emosional dalam album LHAB mencakup emosi primer, emosi terkait rangsangan sensor, emosi terkait penilaian diri, emosi terkait orang lain, dan emosi bersifat menghargai. Dari sisi persepsi pendengar, sebanyak 88% responden menilai diksi Hindia bersifat jujur dan autentik; 81% merasa lega dan tervalidasi saat mendengarkan lagu bertema kecemasan; 83% mengaku lebih menerima diri setelah mendengarkan lagu bermuatan apresiasi; dan 76% menyatakan album ini dapat berfungsi sebagai media terapi emosional. Secara psikolinguistik, album LHAB menjalankan tiga fungsi utama bagi pendengar: kesesuaian skema kognitif (cognitive schema alignment) yang membangun kedekatan emosional, fungsi katarsis (cathartic function of language) yang memvalidasi emosi negatif, serta mekanisme restrukturisasi kognitif (cognitive restructuring) yang mendorong pendengar memandang diri secara lebih positif. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam karya musik populer mampu melampaui fungsi estetik dan menyentuh fungsi psikologis kolektif pendengar.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.