Dari Penerima Bantuan Menjadi Penentu Agenda: Kerja Sama Internasional Dan Kepemimpinan Global South Dalam Studi Pembangunan Global 2024-2025

Main Article Content

Septianis Afipah
Taufan H. Akbar
Nandita Oktaviani Putri

Abstract

Penelitian ini berfokus terkait negara-negara Global South pada periode 2024–2025 yang sudah tidak lagi bersikap pasif hanya menerima bantuan akan tetapi juga mulai aktif menentukan arah perubahan global. Dari analisis berbagai dokumen dan studi literatur, terlihat bahwa globalisasi, persaingan, dan kesadaran akan potensi lokal menjadi motor penggerak perubahan ini. Walaupun masih dibayangi ketimpangan di berbagai sektor, negara-negara ini terus menekan ketergantungan pada dana asing. Caranya beragam, mulai dari aktif di forum global, menjalin kerja sama daerah seperti antara Yogyakarta dan Gyeongsangbukdo, hingga pemanfaatan teknologi seperti NFC dan integrasi DTSEN. Peran aktif ini juga terlihat di tingkat akar rumput, misalnya lewat pelibatan masyarakat dalam program BSPS. Meski minimnya literasi digital dan keuangan masih jadi tantangan, studi ini membuktikan bahwa otonomi dan kolaborasi bisa berjalan beriringan. Intinya, kemitraan strategis dan penguatan kapasitas dari dalam adalah kunci agar Global South bisa benar-benar mandiri.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Afipah, S., Akbar, T. H., & Putri, N. O. (2026). Dari Penerima Bantuan Menjadi Penentu Agenda: Kerja Sama Internasional Dan Kepemimpinan Global South Dalam Studi Pembangunan Global 2024-2025. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(6), 19092–19102. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i6.21325
Section
Articles