Gratitude dan Subjective Well-Being pada Remaja Akhir di Sulawesi Selatan
Main Article Content
Abstract
Masa remaja akhir merupakan periode transisi menuju dewasa yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik, sosial, dan karier sehingga berpotensi memengaruhi subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gratitude terhadap subjective well-being pada remaja akhir di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 113 remaja akhir berusia 18–21 tahun di Sulawesi Selatan yang diperoleh menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Satisfaction with Life Scale (SWLS), Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), dan The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6). Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gratitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective well-being (β = 0,293; B = 0,553; t = 3,233; p = 0,002). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,086) menunjukkan bahwa gratitude memberikan kontribusi sebesar 8,6% terhadap subjective well-being, sedangkan 91,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat gratitude yang dimiliki remaja akhir, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being-nya. Oleh karena itu, penguatan gratitude dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan subjective well-being pada remaja akhir
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.