Komunikasi Keinsinyuran Dalam Situasi Krisis: Analisis Model Lasswell Pada Tiga Kasus Bencana Dan Kecelakaan Di Indonesia
Main Article Content
Abstract
Komunikasi memegang peranan penting dalam praktik keinsinyuran, terutama ketika persoalan teknis berkaitan dengan risiko, keselamatan, dan kepentingan masyarakat. Meski demikian, praktik komunikasi keinsinyuran dalam situasi krisis masih belum banyak dibahas dari perspektif ilmu komunikasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana komunikasi keinsinyuran berlangsung dalam tiga peristiwa, yaitu gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, serta banjir bandang dan longsor di Sumatera pada 25–30 November 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari sumber resmi pemerintah, pernyataan ahli dan lembaga terkait, serta pemberitaan media daring yang kredibel. Data dianalisis menggunakan lima unsur Model Komunikasi Lasswell, yakni who, says what, in which channel, to whom, dan with what effect, kemudian dibandingkan antarkasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keinsinyuran tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi teknis, tetapi juga bagaimana informasi tersebut diterjemahkan agar dapat dipahami dan menjadi dasar pengambilan keputusan. Efektivitas komunikasi terlihat dari kemampuannya membangun pemahaman, mendukung koordinasi, dan mendorong tindakan keselamatan. Dengan demikian, komunikasi merupakan bagian penting dari kompetensi profesional insinyur dalam menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan dan keselamatan masyarakat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.