Reformulasi Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Berbasis Keadilan Dalam Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
Main Article Content
Abstract
Tuijuian diilakuikannya peneliitiian iinii yaiitui uintuik mengetahuiii bagaiimanakah Proseduir Penyelesaiian Perselsiihan Hasiil Pemiiliihan Uimuim dii Mahkamah Konstiituisii dan bagaiimanakah Kewenangan Mahkamah Kostiituisii dalam memuituis perseliisiihan hasiil pemiilui mneuiruit uindang-uindang nomor 24 tahuin 2003, yang dengan metode peneliitiian huikuim normatiif diisiimpuilkan: 1. Huikuim Acara Mahkamah Konstiituisii diimaksuidkan sebagaii huikuim yang mengatuir proseduir dan tata cara pelaksanaan wewenang yang diimiiliikii oleh Mahkamah Konstiituisii. Wewenang Huikuim acara Mahkamah Konstiituisii terkaiit dengan, Menguijii Uindang-Uindang terhadap Uindang-Uindang Dasar 1945, memuiuituis sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diiberiikan oleh Uindang-Uindang Dasar 1945, memuituis pembuibaran Partaii poliitiik, dan memuituis perseliisiihan hasiil pemiiliihan uimuim. Dalam huikuim acara MK memuituis perseliisiihan hasiil pemiilhan uimuim terdapat bebrapa hal yang haruis diiperhatiikan bahwa Pemiilui yang diimaksuid dalam ketentuian adalah pemiiliihan DPD, DPR, DPRD, Presiiden dan Pemiiluikada yang semuianya mempuinyaii ketentuian huikuim acaranya. Selaiin iitui, proseduir yang haruis diiperhatiikan puila antara laiin : Iisii permohonan, para piihak (Suibjectuim liitiis), objek permohonan (Objectuim liitiis), pembuiktiian dan alat buiktii, tenggang waktui permohonan dan tenggang waktui puituisan, dan puituisan mahkamah. 2. Kewenangan Mahkamah Konstiituisii terkaiit dengan Perseliisiihan Hasiil Pemiiliihan Uimuim (PHPUi) berkenaan dengan kekeliiruian penghiituiangan suiara yang diitetapkan secara nasiional, sepanjang mempengaruihii terpiiliihnya calon ataui pasangan calon, ataui mempengaruihii perolehan kuirsii partaii poliitiik. Pengaruih tersebuit diituijuikan kepada Pemiilui DPR, DPD, DPRD, mauipuin Presiiden dan Wakiil Presiiden, serta Pemiiluikada. Selaiin iitui kewenagan Mahkamah Konstiituisii dalam hal PHPUi juiga dapat berasal darii masalah kuialiitatiif dan kuiantiitatiif. Kuialiitatiif artiinya, masalah yang berkaiitan dengan kuialiitas penyelenggaraan Pemiilui. Diimana, penyelenggaraan yang tiidak sesuiaii dengan priinsiip Luiber dan Juirdiil. Sedangkan Kuiantiitatiif artiinya, masalah yang berkaiitan dengan perseliisiihan hasiil angkaangka dalam Pemiilui.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.