Komunikasi Interpersonal Fasilitator dalam Pendampingan Nasabah UMKM melalui Program Bestee BTPN Syariah di Kota Samarinda
Main Article Content
Abstract
Pelaku UMKM di Kota Samarinda masih menghadapi hambatan dalam literasi digital, pemasaran, dan literasi keuangan sehingga membutuhkan pendampingan yang edukatif dan komunikatif. Program Bestee BTPN Syariah menjawab kebutuhan tersebut dengan menempatkan mahasiswa sebagai fasilitator dalam pendampingan nasabah UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori penetrasi sosial dan konsep komunikasi interpersonal DeVito serta komunikasi persuasif sebagai konsep pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang dipilih secara purposive, observasi partisipatif, dan dokumentasi lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator diterapkan pada tahapan pendampingan yang berbeda. Keterbukaan dibangun melalui perkenalan dan penjelasan program untuk mengurangi kecurigaan awal, empati ditunjukkan melalui penyesuaian ketersediaan dan kondisi nasabah, sikap mendukung diwujudkan melalui suasana komunikasi yang nyaman dan pemberian motivasi, sikap positif membantu memperkuat keyakinan dan keterlibatan aktif nasabah, sedangkan kesetaraan terlihat dari pelibatan nasabah dalam menentukan materi dan hasil pendampingan. Teori penetrasi menjelaskan perkembangan hubungan melalui interaksi dan pertukaran informasi bertahap. Komunikasi berfungsi sebagai konsep pendukung yang membantu menjelaskan penerimaan pesan tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi yang interpersonal yang terstruktur pada tiap tahapan sehingga mampu meningkatkan efektivitas pendampingan UMKM.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.