Makna Menjadi Guru dalam Konteks Masyarakat Adat dan Daerah Terpencil: A Systematic Literature Review
Main Article Content
Abstract
Makna menjadi guru tidak hanya dibentuk oleh tugas mengajar, tetapi juga oleh pengalaman hidup, interaksi sosial, serta konteks budaya tempat guru menjalankan profesinya. Berbagai penelitian mengenai pengalaman guru di masyarakat adat dan daerah terpencil telah dilakukan, namun temuan-temuan tersebut masih tersebar sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pemaknaan profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis hasil-hasil penelitian tentang makna menjadi guru dalam konteks masyarakat adat dan daerah terpencil. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 20 artikel yang dipublikasikan pada tahun 2013–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil sintesis mengidentifikasi lima tema utama, yaitu pembentukan identitas profesional melalui pengalaman hidup, adaptasi terhadap konteks sosial budaya, komitmen moral sebagai dasar keberlanjutan profesi, tantangan struktural dalam menjalankan tugas, serta pertumbuhan pribadi dan profesional. Temuan menunjukkan bahwa makna menjadi guru berkembang secara dinamis melalui pengalaman mengajar, relasi dengan masyarakat, dan proses refleksi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi. Sintesis ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai makna menjadi guru dalam konteks masyarakat adat dan daerah terpencil serta menjadi landasan konseptual bagi penelitian empiris pada komunitas budaya di Indonesia.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.