Ketika Gambut Selalu Siaga: Manajemen Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kubu Raya
Main Article Content
Abstract
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana ekologis berulang di wilayah gambut Kabupaten Kubu Raya, meningkat dari nihil catatan pada 2015 menjadi 54 kejadian pada 2025 dan mendominasi lebih dari 80 persen kejadian bencana daerah sejak 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen bencana karhutla di Kabupaten Kubu Raya dalam perspektif administrasi publik, dengan menelaah praktik prabencana, tanggap darurat, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci BPBD yang mewakili tahap kesiapsiagaan, pelaporan-respons, dan pemadaman, dianalisis secara tematik dan ditriangulasi dengan data historis bencana sepuluh tahun terakhir serta log operasional harian 2022-2024. Hasil penelitian menunjukkan manajemen bencana di Kubu Raya berjalan melalui pola adaptif nonformal, meliputi kesiapsiagaan permanen yang melampaui definisi musim kemarau baku, jejaring komunikasi digital lintas-sektor yang menggantikan birokrasi pelaporan berjenjang, serta koordinasi lapangan otomatis atas kesadaran kolektif tanpa komando eksplisit, ditopang tata kelola kolaboratif multipihak. Triangulasi dengan log operasional memperkuat temuan ini: lokasi rawan yang disebut informan terbukti konsisten menjadi titik kejadian tersering, sementara jejaring unsur yang terlibat meluas dari tahun ke tahun. Namun, efektivitas ini masih dibayangi kesenjangan kapasitas kelembagaan formal, terutama anggaran, peralatan, dan pelembagaan kebijakan. Penelitian merekomendasikan reformasi kebijakan yang mengintegrasikan praktik kolaboratif informal ke dalam kerangka kelembagaan resmi guna menjamin keberlanjutan manajemen karhutla di Kubu Raya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.