Representasi Makna Pernikahan Dalam Film Indonesia: Tiga Dara (1956), Get Married (2007) Dan Yakin Nikah (2025) Analisis Semiotika Roland Barthes

Main Article Content

Hesti Purwaningsih
Farid Hamid Umarella

Abstract

Pernikahan merupakan institusi sosial yang sarat nilai, norma, dan ideologi sehingga maknanya tidak hanya dibentuk melalui pengalaman sosial, tetapi juga melalui praktik komunikasi budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai pernikahan dalam film Indonesia film indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, tipe deskriptif, dan paradigma konstruktivisme. Teori Representasi Stuart Hall digunakan untuk memahami film sebagai praktik representasi yang memproduksi makna, sedangkan semiotika Roland Barthes digunakan untuk membaca tanda pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian terdiri atas Tiga Dara (1956), Get Married (2007), dan Yakin Nikah (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga film sama-sama menempatkan pernikahan sebagai fase penting, sarana pembentukan keluarga, dan proses yang tetap dipengaruhi keluarga, tetapi sumber legitimasi pernikahan mengalami perubahan. Tiga Dara merepresentasikan legitimasi sosial patriarkal, Get Married menunjukkan legitimasi romantis sekaligus fungsional, sedangkan Yakin Nikah menampilkan legitimasi individual melalui pilihan, kesiapan, dan kecocokan. Temuan ini menunjukkan bahwa mitos pernikahan tidak hilang, melainkan mengalami transformasi sesuai konteks sosial budaya pada setiap periode.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hesti Purwaningsih, & Farid Hamid Umarella. (2026). Representasi Makna Pernikahan Dalam Film Indonesia: Tiga Dara (1956), Get Married (2007) Dan Yakin Nikah (2025) Analisis Semiotika Roland Barthes. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(6), 18761–18778. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i6.21736
Section
Articles