Penerapan Model Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah pada Anak Kelompok B di PAUDQU Nurul Iman Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi
Main Article Content
Abstract
Kemampuan mengenal huruf hijaiyah merupakan fondasi penting bagi kesiapan anak usia dini dalam belajar membaca Al-Qur'an. Hasil observasi awal di Kelompok B PAUDQU Nurul Iman Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf hijaiyah anak masih rendah akibat pembelajaran yang bersifat klasikal, repetitif, dan minim variasi media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan dan menguji efektivitas model pembelajaran multisensori (Visual-Auditory-Kinesthetic/VAK) dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah anak Kelompok B. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 9 anak Kelompok B (3 laki-laki dan 6 perempuan). Data dikumpulkan melalui observasi, rubrik penilaian unjuk kerja, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada rata-rata kemampuan klasikal anak, yaitu dari 50% pada tahap pra-siklus, menjadi 78% pada Siklus I, dan mencapai 89% pada Siklus II, dengan seluruh anak (100%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) pada akhir Siklus II. Modifikasi media pembelajaran berupa plastisin dan huruf berbahan ampelas pada Siklus II terbukti efektif memperkuat pemahaman bentuk dan bunyi huruf. Disimpulkan bahwa model pembelajaran multisensori efektif meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak Kelompok B.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.