Self-compassion pada Individu Dewasa Awal dengan Pengalaman Fatherless

Main Article Content

Desy Arisandy
M. Farhan Alghifar

Abstract

Fatherless merupakan kondisi ketidakhadiran ayah secara fisik maupun psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis individu hingga memasuki masa dewasa awal. Dampak pengalaman ini sering kali baru terasa nyata ketika individu memasuki fase emerging adulthood, terutama ketika dihadapkan pada tugas perkembangan membangun hubungan intim dan kemandirian hidup. Salah satu faktor yang berperan penting dalam membantu individu menghadapi pengalaman tersebut adalah self-compassion, yaitu kemampuan untuk memperlakukan diri sendiri dengan kehangatan dan pengertian ketika mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai Self-compassion pada individu dewasa awal yang memiliki pengalaman fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap dua subjek dewasa awal (usia 21 dan 22 tahun) beserta informan tahu masing-masing subjek, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self-compassion pada kedua subjek bersifat dinamis dan belum sepenuhnya konsisten. Pada aspek self-kindness versus self-judgment , kedua subjek mampu mendorong diri sendiri namun masih menampilkan penilaian negatif terhadap diri dalam situasi tertentu. Pada aspek common humanity versus isolation, keduanya menyadari bahwa masalah yang dialami bukan hanya dialami sendiri, meskipun cara mengelola kecenderungan menarik diri berbeda. Pada aspek mindfulness versus over-identification, kedua subjek mampu mengambil jarak dari pengalaman fatherless meski dengan tingkat konsistensi yang berbeda. Penelitian ini juga menemukan adanya penerimaan diri, dukungan sosial, strategi coping, serta orientasi terhadap masa depan sebagai faktor yang mendukung terbentuknya self-compassion. Temuan ini memberikan gambaran bahwa pengalaman fatherless tidak selalu berdampak negatif secara mutlak, tetapi dapat menjadi konteks bagi tumbuhnya kasih sayang terhadap diri sendiri apabila didukung oleh lingkungan yang suportif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Arisandy, D., & Alghifar, M. F. (2026). Self-compassion pada Individu Dewasa Awal dengan Pengalaman Fatherless. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(6), 18977–18983. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i6.21835
Section
Articles