Analisis Konstruksi Sosial dan Institusionalisasi Budaya Penjara pada Lapas dan Rutan di Karesidenan Madiun
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi sosial dan institusionalisasi budaya penjara pada Lapas Kelas IIB Ngawi, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, dan Rutan Kelas IIB Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan, observasi, dan studi dokumentasi pada 1–19 Juli 2026. Data dengan bantuan NVivo 12 Pro serta menggunakan uji validitas melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan budaya penjara: Lapas Kelas IIB Ngawi menonjolkan senioritas, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menekankan kesetaraan perlakuan, sedangkan Rutan Kelas IIB Pacitan memperlihatkan kedekatan sosial. Pembentukannya berlangsung melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, dengan dukungan serta pembatasan regulatif, normatif, dan kultural-kognitif. Pembaruan pemasyarakatan memerlukan kejelasan kewenangan, pengawasan konsisten, perlakuan manusiawi, dan pembelajaran keseharian.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.