Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Islam-Melayu: Dari Pemisahan Ilmu Ke Desain Pembelajaran Kontekstual

Main Article Content

Anin Fikriyah
Sri Pujiati
Maryamah
Choirun Niswah

Abstract

Perbincangan pendidikan Islam-Melayu sering menempatkan pelestarian identitas dan tuntutan modernisasi sebagai dua tujuan yang harus diseimbangkan, tetapi belum cukup menerangkan cara keduanya diterjemahkan menjadi keputusan pedagogis. Penelitian ini mengkaji persoalan yang lebih spesifik: bagaimana pemisahan ilmu agama dan ilmu umum, pemanfaatan tradisi setempat, serta kapasitas kelembagaan membatasi integrasi pengetahuan dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan analisis dokumen kualitatif dengan sintesis tematik-konseptual atas literatur yang tercantum dalam naskah sumber; kajian ini tidak menyatakan telah melakukan pencarian sistematis baru atau pengujian lapangan. Hasil interpretasi mengidentifikasi empat mekanisme yang saling terkait: pemisahan pengetahuan pada struktur kurikulum, penyederhanaan budaya menjadi simbol, keterputusan antara pengalaman komunitas dan asesmen, serta ketergantungan implementasi pada kompetensi guru dan dukungan institusi. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian mengusulkan kerangka tiga lapis—orientasi epistemologis, translasi pedagogis, dan evaluasi kontekstual—dengan contoh penerapan pada literasi Jawi, musyawarah, dan praktik ekologis. Kesimpulannya, integrasi pendidikan Islam-Melayu perlu dinilai melalui koherensi tujuan, pengalaman belajar, dan bukti capaian, bukan sekadar penambahan muatan budaya dalam dokumen kurikulum.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fikriyah, A., Pujiati, S., Maryamah, M., & Niswah, C. (2026). Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Islam-Melayu: Dari Pemisahan Ilmu Ke Desain Pembelajaran Kontekstual. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(6), 19364–19369. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i6.21872
Section
Articles