Tata Kelola Pesantren yang Transparan dan Berkelanjutan: Kontribusi Ilmu Akuntansi Di Era Modern
Main Article Content
Abstract
Pondok pesantren sebagai lembaga non-profit memiliki tanggung jawab dalam menyajikan laporan keuangan yang akurat guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan ISAK 35 sebagai standar penyusunan laporan keuangan pada Pondok Pesantren Darut Taqwa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dokumentasi keuangan selama tiga tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa sistem pelaporan masih bersifat sederhana dan belum sepenuhnya mengacu pada ISAK 35, meskipun terdapat upaya perbaikan. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh rendahnya literasi akuntansi serta keterbatasan sumber daya manusia. Penerapan ISAK 35 secara optimal dinilai mampu memperkuat sistem pertanggungjawaban keuangan dan meningkatkan kepercayaan donatur serta masyarakat. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi pengelola pesantren untuk mendukung tata kelola yang profesional dan sesuai standar akuntansi keuangan entitas nonlaba
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alfie, A. A., & Triyoga, P. A. (2023). Analisis Laporan Keuangan Pondok Pesantren Berdasarkan Pedoman Akuntansi Pesantren dan ISAK 35. AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 18(2), 135–148. https://doi.org/10.31942/akses.v18i2.10209
Azizah Shodiqoh, Happy Novasila Maharani, B. N. A. (2023). Multidisciplinary Science Penerapan Akutansi Koperasi Pondok Pesantren. 1(5), 1248–1257.
Dewi, N. K. I. P., & Herawati, N. T. (2023). Penerapan ISAK 35 dalam Penyajian Laporan Keuangan Yayasan Santha Yana Pasek Buleleng. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 13(2), 286–298. https://doi.org/10.23887/jiah.v13i2.61433
Gustani. (2021). Pencabutan PSAK 45 dan Penerapan ISAK 35 Dampak Terhadap Pelaporan Keuangan Yayasan. Gustani.Id, 1–17.
Ikatan Akuntan Indonesia, B. I. (2018). Bab I Pendahuluan Pedoman Akuntansi Pesantren.
Indonesia, I. A. (2018). Isak 35.
Jensen, M., & Meckling, W. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. The Economic Nature of the Firm: A Reader, Third Edition, 283–303. https://doi.org/10.1017/CBO9780511817410.023
Laila, & Hanifah, L. (2024). Analisis Laporan Keuangan Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya berdasarkan ISAK 35. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 6, 106–112. https://doi.org/10.37034/infeb.v6i1.803
Muhammad Luqman Faruq A S, K. P. A. (2023). Analisis Implementasi ISAK 335 Pada Organisasi Nirlaba (Studi Kasus Yayasan Indah Berbagi, BMH Hidayatullah, Yayasan Masjid Xyz). 3(1).
Nanda Suryadi, Arie Yusnelly, Muhammad Arif, & Ryla Lidia Susanti. (2023). Analisis Penerapan Akuntansi Pesantren Berdasarkan ISAK 35 pada Pondok Pesantren Modern I’aanatuth Thalibiin Perawang. Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah, 6(1), 193–206. https://doi.org/10.25299/syarikat.2023.vol6(1).12823
Sri Adella Fitri, Lubis, R., Soltika Citra, Sri Rahmadani, Wira Julita, & Yohana Silvin. (2024). Pentingnya Penerapan Akuntansi Pesantren Study Pada Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tanjung Barulak. JURNAL EKOMAKS Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 13(1), 339–344. https://doi.org/10.33319/jeko.v13i1.142
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Syahrina Yanti Hasibuan, Yenni Samri Juliaty, A. W. L. (2024). Implementasi Isak No. 35 Penyajian Laporan Keuangan Antitas Berorientasi Nonlaba Dalam Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Darul Muhsinin, Kec. Bilah Hulu, kebudayaan dan peradaban sebagai dua hal yang tak terpisahkan. mempertimbangk. 3(3), 1–13.