Filsafat Keilmuan Rasionalisme dan Empirisme Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern

Main Article Content

Muzdalifah Sahib
Rahmatia. R

Abstract

Dalam sejarah filsafat, aliran rasionalisme dan empirisme merupakan dua pandangan utama yang menjelaskan sumber dan validitas pengetahuan manusia. Rasionalisme menegaskan bahwa akal (rasio) adalah sumber utama pengetahuan yang bersifat a priori dan dapat diakses tanpa pengalaman inderawi, sedangkan empirisme menekankan pengalaman inderawi sebagai dasar pengetahuan a posteriori. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan secara mendalam sumber pengetahuan, validitas kebenaran, tata kerja berpikir, nilai ilmiah, serta kelebihan dan kekurangan kedua aliran tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis konseptual terhadap pemikiran tokoh-tokoh besar seperti René Descartes, Baruch Spinoza, Gottfried Wilhelm Leibniz dari rasionalisme, serta John Locke, George Berkeley, dan David Hume dari empirisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun rasionalisme dan empirisme memiliki pendekatan berbeda dalam memperoleh dan memvalidasi pengetahuan, keduanya memberikan peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Rasionalisme memberikan landasan logis dan konsistensi teoritis, sementara empirisme menawarkan metode observasi dan verifikasi yang praktis dan dinamis. Integrasi kedua aliran ini menjadi kunci dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Muzdalifah Sahib, & Rahmatia. R. (2025). Filsafat Keilmuan Rasionalisme dan Empirisme Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 1372–1386. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.10907
Section
Articles

References

Al-Habibi, M. L. J. (2023). Signifikasi Makna Kritisisme (Transendental) dalam Filsafat Imanuel Kant: Studi Kasus Filsafat Modern. Gunung Djati Conference Series, 24, 705–717.

Al Fauzi, M. F., Komarudin, R. E., Kodir, A., & Rohanda, R. (2024). Epistemologi Ilmu Ma’ani dalam Perspektif Filsafat Ilmu. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 10(2), 378–400.

Amal, T. A. (2005). Filsafat Ilmu: Perspektif Historis dan Sistematis. Pustaka Refleksi.

Dasrimin, H. (2023). Aliran-Aliran dalam Filsafat Ilmu. Universitas Negeri Malang, 7, 37–72.

Descartes, R. (2002). Meditasi Tentang Filsafat Pertama. CV Remaja Rosda Karya.

Descartes, R. (2024). Pemikiran Filsafat René Descartes. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1).

Deskasari, S., Yarnita, Y., Wendra, Z., & Ardime, A. (2025). Filsafat Ilmu Manajemen Pendidikan Islam: Epistemologi Ilmu Pengetahuan. Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati, 6(1), 104–111.

Faizi, N. (2023). Metodologi Pemikiran Rene Descartes (Rasionalisme) Dan David Hume (Empirisme) Dalam Pendidikan Islam. Risalah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 9(3), 1007–1020.

Hadiwijono. (1980). Sari sejarah Filsafat baru. Kanisius.

Herman, P. Y., Karneli, Y., & Handayani, P. G. (2025). Kajian Deskriptif Tentang Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Dalam Filsafat Ilmu. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11).

Hobbes, T. (2015). Leviathan. Pustaka Pelajar.

Hume, D. (2010). Penyelidikan tentang Akal Budi Manusia. IRCiSoD.

Kattsoff, L. O. (2004). Pengantar Filsafat. Tiara Wacana.

Leibniz, G. W. (2016). Theodicee: Esai tentang Kebaikan Tuhan, Kebebasan Manusia dan Asal-usul Kejahatan. Mizan.

Locke, J. (2023). An Essay Concerning Human Understanding. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 13.

Maliki, A. M. (2021). Menggagas epistemologi dalam filsafat islam. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 1(02), 29–46.

Novianto, E. (2021). Konsep Filsafat Ilmu Barat. Jurnal An-Nur: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan Dan Keislaman, 7(02), 161–183.

Nurhafiza, N., Herlinda, F., & Ahmad, R. R. M. R. (2023). Asumsi Dasar Keilmuan Filsafat dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 7(1), 59–67.

Pakpahan, J. D., Heryanto, G. S. C., Hadiwidjaja, M. E., & Gunawan, M. F. (2022). Teori Empirisme Dalam Filsafat Hukum. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(01).

Priyanto, A., & Muslim, S. (2021). Analisis Kajian Filsafat Ilmu Sosial di Era 4.0. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 10484–10488.

Rizma, S., & Dewi, E. (2024). Epistemologi: rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme positivisme dan positivisme logis. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 144–154.

Saputri, H. (2022). Filsafat Barat Dalam Abad ke-17 Mengenai Ilmu Pengetahuan, Rasionalisme dan Empirisme.

Spinoza, B. de. (2008). Etika: Suatu Jalan Hidup Rasional. Pustaka Pelajar.

Sumarni, S., Satria, R., & Ibrahim, D. (2023). Analisis Komparasi Filsafat Ilmu dan Ilmu Filsafat serta Implikasinya Terhadap Pendidikan Modern. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 176–190.

Suprayogo, I., & Tobroni. (2003). Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Remaja Rosdakarya.

Syadali, A., & Mudzakir. (1997). Filsafat Umum. Pustaka Setia.

Tafsir, A. (2004). Ilmu Filsafat. Remaja Rosdakarya.

Vera, S., & Hambali, R. Y. A. (2021). Aliran rasionalisme dan empirisme dalam kerangka ilmu pengetahuan. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 1(2), 59–73.

Yetti, S., Fitrisia, A., & Ofianto, O. (2023). Analisis Aliran Filsafat Ilmu & Etika. Ensiklopedia of Journal, 5(2), 1–8.