Sistim Komunal dalam Manajemen Pemberdayaan Perempuan Budaya Mapalus Rumah di Desa Tombatu, Minahasa Tenggara

Main Article Content

Treesje Imran

Abstract

Tujuan  dari penelitian ini yaitu untuk sistem kebesamaan komunalistik  sebagai dasar dalam manajemen pemberdayaan perempuan  dalam Mapalus Rumah  di desa tombatu  Minahasa Tenggara  Adapun yangmenjadi masalah penelitian adalah 1, Bagaimana sistim komunalistik dalam manajemen   Mapalus rumah  mnurut perempuan  2. Bagaimana Pemberdayaan  Perempuan  dalam Manajemen  Dengan sistem  komunalistik dan unsur unsurnya.   metode penelitian kualitatif   penelitian dilakukan  didaerah sampel yaitu Desa Betelen, Desa Tombatu Satu dan Desa Tombatu dua yang sangat kuat dengan tradisi Mapalusnya . Tahapan yang dilakukan yaitu observasi, Wawancara informan kunci. Pengambilan dokumen dan catatan peneliti,  pengolahan data dan analis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 faktor dalam sistim komunal yang mendukung pemberdayaan perempuan dalam budaya mapalus rumah yaitu 1. kesetiakawanan yaitu kondisi mereka yang walaupun terbatas dan secara ekonomi terlihat sulit tetapi keadaan itu tidak membuat mereka menjadi pasif dalam berpikir dan bertindak sehingga satu dengan yang lain saling memebrikan dukungan baik secara tenaga dan materi . 2. Kesetaraan gender dalam budaya Mapalus rumah memberikan ruang bagi keberdayaan perempuan untuk semakin kuat dengan berdampak pada rasa kebersamaan dan keterikatan kekeluargaan antara laki-laki dan perempuan, antara perempuan dan sesame perempuan lainnyayang setara dalam tanggung jawab, memberikan ide, pendapat dan kritik, serta wujud kerja yang tidak mengenal masalah gender. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Imran, T. (2023). Sistim Komunal dalam Manajemen Pemberdayaan Perempuan Budaya Mapalus Rumah di Desa Tombatu, Minahasa Tenggara. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 2(2), 629–639. https://doi.org/10.56799/ekoma.v2i2.4908
Section
Articles

References

Adi R.I. 2013. Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat – Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.

Ambar Teguh Sulistiyani, Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan, Yogyakarta Gramedya , 2004).

Armada Riyanto, dkk. 2015. Kearifan Lokal – Pancasila Butir-Butir Filsafat Indonesia. Yogyakarta: PT Kanisius.

B. Ter Haar BZN. 2011. Asas-asas dan Tatanan Hukum Adat. Bandung: Mandar Maju.

Cornell Empowerment Group. 1989. Empowerment and Family Support. Networking Bulletin

Gold J. at all. 2010. Human Resource Development – Theory and Practice. New York: Palgrave Macmillan.

Heatubun, A., Mua, M. M., Sumual, T., & Sumual, S. D. (2023). Perencanaan Sumber Daya Manusia Di Zaman Kompetitif Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 4392-4396.

Hikmat Harry R,. 2001. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: PT Humaniora Utama Press.

Hornby A. S., Whmier S., 2004. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English: An International Students’s Edition: Edisi 7. Oxford: Oxford University Press.

Jacobus Ranjaba. 2014. Sistem Sosial Budaya Indonesia Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta.

Kalangi N.S. 1979. Kebudayaan Minahasa. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kalempouw R.E. 1968. Mapalus sebagai Fenomena Sosial Diasosiasikan Dengan Aktivitas-aktivitas Rakyat Minahasa Dulu dan Kini Dalam Aspek Psikologi Sosial. Manado.

Kaswan. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Keunggulan Bersaing Organisasi. Surabaya:Graha Ilmu.

Keith Davis dan John W. Nestrom. (1995). Perilaku Dalam Organisasi. Jakarta: Erlangga.

Koentjaraningrat. 2015. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Cetakan ke-2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Mangkunegara Prabu Anwar. 2005. Perilaku dan Budaya Organisasi. Jakarta: Refika Aditama.

Mariane I. 2014. Kearifan Lokal Pengelolaan Hutan Adat. Jakarta: Rajawali Pers.

Mentang, P. J., & Mua, M. M. (2023). Implementasi Teori Cultural Lag dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Don Bosco Koha, Minahasa. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7), 5506-5511.

Minahasa Tenggara Dalam Angka. 2015. BPS Kabupaten Minahasa Selatan.

Moleong, Lexy J. 1993. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mua, M. M. (2015). Pelajar Papua dalam Kuasa Simbolik (Studi Terhadap Reproduksi Kelas Sosial di SMK Negeri 1 Obaa, Mappi, Papua). Jurnal Sosiologi Agama, 9(2), 121-138.

Mua, M. M., Sawatu, B. W., & Rado, M. C. (2024). Implementation of Religious Literacy in Shaping the Moral Character of Students. EDUTEC: Journal of Education And Technology, 7(3), 534-547.

Patton M.Q. 1990. Qualitatif Evaluation Methods . USA: Beverty Hills Sace

Riant Nugroho. 2008. Gender dan Strategi Pengarus-Utamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Robert Chamber. Poverty and Livelihoods: Whose Reality Counts.Uner Kirdar and Leonard Silk (eds.), 1995. People: From Impoverishment to Empowerment. New York; New York University Press, 1995 Discussion Paper.

Rompas, dkk. Drs. A.F. 1987, Beberapa Ciri Khas dan Bentuk Mapalus di Minahasa. Manado: Fakutas Sastra UNSRAT.

Sadan E,. 1997. Empowerment and Community Planning: Theory

and Practice of People-Focused Social Solutions. Tel Aviv: Hakibbutz

Hameuchad Publishers [in Hebrew].

Sanapiah Faisal. 1990. Penelitian kualitatif, dasar-dasar dan Aplikasi. Malang Yayasan Asih Asah Asuh.

Sarayar, dkk. H. 1994. Dampak Globalisasi Informasi dan Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat di Daerah Sulut. Manado: Debdikbud, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional SULUT.

Smith J.A., 2008. Qualitative Psychology: A Practical Guide to Research Methods. Washington DC: SAGE Publication.

Soekidjo Notoatmodjo. 2003. Pengembangan Sumber daya Manusia. Jakarta: PT Rineka Cipta Jakarta.

Subagyo A.B. Pengantar Riset Kuantitatif & Kualitatif. Bandung: Yayasan Kalam Hidup. 2004.

Sugyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta. 2006.

Suharto Edi. 2014. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Cetakan ke-5. Bandung: PT Refika Aditama.

Sulasman H. dan Setia Gumilar. 2013. Teori-teori Kebudayaan – Dari Teori Hingga Aplikasi. Bandung: CV Pustaka Setia.

Supit. B., 1984. Minahasa Dari Amanat Watu Pinawetengan Sampai Gelora Wiwanua. Manado: Sinar Harapan.

Swanson R., dan Holton E. 2001. Foundation of Human Resource Development. California: Berret-koehler Publisher, Inc.

Syafaruddin Alwi. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia,Stategi Keungulan Kompetitif. Yogyakarta: BPFE

Taliziduhu, Ndraha. 2005. Teori Budaya Organisasi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Taulu H.M,. 1998. Bunga Rampai Sejarah Antropologi Budaya Minahasa. Manado: Tunas Harapan Manado

Tumenggung S., dkk. 1980. Sistem Gotong Royong Dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Sulut. Manado: Proyek Kebudayaan Daerah Pusat Penelitian Sejarah Dan Budaya Sulut.

Turang J. 1983. Mapalus di Minahasa. Minahasa: Posko Operasi Mandiri Tingkat Dua Kabupaten Minahasa.

Usman Riamse dan Abdi SP ,Metode Penelitian Sosial Ekonomi Teory dan Aplikasi Perbit Afabeta Bandung 2008.

Wallace A. F. C,. (1956). Ravitalization Movement. American Anthropologist, New Series, 58(2), p262-281

Widja I, Gede, 1991. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Bandung: Aksara

Zubaedi. 2013. Pengembangan Masyarakat – Wacana & Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Most read articles by the same author(s)