Implementasi Kebijakan Pengelolaan APBD: Studi Kasus Program Revitalisasi Masjid Ats’Tsaurah Kota Serang
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Revitalisasi Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang serta proses penganggarannya melalui perspektif political budgeting. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan instrumental case study. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III dan Political Budgeting Aaron Wildavsk yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan cukup baik, didukung oleh komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, dan struktur birokrasi yang jelas. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan keterlibatan pengelola masjid dalam perencanaan, akses informasi yang belum optimal, serta tantangan pengelolaan pascarevitalisasi. Dari perspektif political budgeting, alokasi anggaran tidak hanya didasarkan pada pertimbangan teknis, tetapi juga dipengaruhi prioritas politik pemerintah daerah. Program ini berdampak positif terhadap kualitas sarana ibadah, fungsi sosial-keagamaan, aktivitas ekonomi masyarakat, dan penguatan identitas religius Kota Serang. Penelitian menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pascarevitalisasi untuk menjamin keberlanjutan manfaat pembangunan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.