Modernisasi Sistem Pencatatan Perkawinan Studi Komparatif Platform Digital Hukum Keluarga di Arab Saudi dan Indonesia
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mendorong negara-negara berpenduduk muslim, seperti Arab Saudi dan Indonesia, untuk melakukan digitalisasi dalam pelayanan publik, khususnya pada pencatatan perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komparatif digitalisasi pencatatan perkawinan dalam bingkai hukum keluarga Islam di kedua negara tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) digitalisasi memperkuat efisiensi dan transparansi birokrasi administrasi perkawinan; (2) terdapat perbedaan sistem kelembagaan, di mana Arab Saudi mengonstruksi ekosistem digital lintas sektoral melalui integrasi platform Najiz, Absher, dan Tawakkalna, sedangkan Indonesia mengadopsi model sentralistik melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) di bawah otoritas Kementerian Agama; (3) digitalisasi ini bertransformasi dari sekadar alat pencatatan menjadi mekanisme integrasi data keluarga, kependudukan, dan layanan publik. Kajian ini menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan perkawinan bukan sekedar transisi teknologi administratif semata, melainkan wujud manifestasi siyasah syar'iyyah dalam merekonstruksi integrasi antara sistem hukum keluarga dan tata kelola administrasi negara di era modern guna menjamin kepastian hukum masyarakat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abu Zahrah, M. (1958). Ushul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi.
Alghamdi, A. (2023). Digital transformation and public service reform in Saudi Arabia: Vision 2030 and e-government development. Riyadh: Ministry of Communications and Information Technology.
Almutairi, A. N., & Bin Muhaya, F. T. (2023). The impact of the Najiz system on the services provided by the Ministry of Justice in Saudi Arabia. International Journal on Orange Technologies, 5(5). https://doi.org/10.31149/ijot.v5i5.4448
Al-Otaibi, M. (2023). The integration of Absher and Najiz in Saudi Arabia's e-government ecosystem. Middle Eastern Public Policy Review, 11(4), 188-204.
Al-Qaradawi, Y. (1997). Madkhal li Dirasat al-Syari'ah al-Islamiyyah. Kairo: Maktabah Wahbah.
Al-Shammari, S. (2022). E-justice and family law in Saudi Arabia: The role of the Najiz platform. Journal of Arab Law, 14(2), 112-130.
Amir Syarifuddin. (2006). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan Undang-Undang perkawinan. Jakarta: Kencana.
Anisa, V., Lituhayu, D., Priyadi, B. P., & Afrizal, T. (2023). Inovasi pelayanan Sistem Informasi Manajemen Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat. Perspektif, 12(2), 604-610. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i2.8577
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Fadillah, R. (2023). Transformasi digital pencatatan nikah di Indonesia: Analisis efektivitas SIMKAH. Jurnal Hukum Keluarga, 9(1), 45-58.
Fauzan, A., & Hidayat, R. (2024). Digital governance and religious public services in Indonesia: Examining the effectiveness of SIMKAH Web. Jurnal Bimas Islam, 17(1), 87-104.
Fauzi, A. (2023). Efisiensi administrasi perkawinan melalui inovasi teknologi di Kementerian Agama. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 7(2), 115-130.
Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. New York: Russell Sage Foundation.
Heeks, R. (2006). Implementing and managing e-government: An international text. London: SAGE Publications.
Hendriyanto, Nofialdi, Yunarti, S., & Asroa, I. (2023). Problematika implementasi layanan pencatatan pernikahan melalui aplikasi SIMKAH pada KUA Kabupaten Dharmasraya. ISLAMIKA, 5(3), 1030-1042.
Hidayatullah, M. (2023). Perlindungan data pribadi dalam aplikasi SIMKAH: Tinjauan hukum positif dan maqashid syariah. Jurnal Bimas Islam, 16(2), 231-248.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Pedoman Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Kurniawan, D., & Syamsuddin, M. (2024). Integrasi data kependudukan dan administrasi perkawinan dalam pelayanan publik berbasis digital di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 54(1), 132-148.
Mahfud MD, M. (2017). Politik hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Mustofa, A. R., & Rochim, G. D. N. (2023). Penerapan aplikasi Simkah Web perspektif teori efektivitas Budiani. Jurnal Penelitian Agama, 24(1), 109-124. https://doi.org/10.24090/jpa.v24i1.2023.pp109-124
Nurhayati, A. (2024). Implementasi layanan digital KUA melalui SIMKAH Web: Peluang dan tantangan. Jurnal Syariah dan Hukum, 12(2), 210-225.
Pratama, Y. (2022). E-government in religious administration: A case study of Indonesia's digital marriage registration. Indonesian Journal of Public Administration, 8(3), 301-315.
Rahman, M. (2024). Pelayanan publik berbasis elektronik: Studi perbandingan administrasi hukum keluarga. Jurnal Administrasi Negara, 15(1), 77-92.
Rahmawati, N., & Siregar, F. (2024). Digitalisasi administrasi hukum keluarga Islam di Indonesia: Studi terhadap implementasi layanan berbasis elektronik. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 17(1), 45-63.
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Rohman, A. (2022). Kendala pencatatan nikah manual dan urgensi digitalisasi di KUA. Jurnal Hukum Islam, 10(1), 55-70.
Sari, M., & Prasetyo, E. (2024). E-government and legal administration reform in Indonesia: Evidence from religious affairs services. Jurnal Studi Pemerintahan, 15(2), 201-219.
Selma, & Suriyani, E. (2023). Evaluasi pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Web dalam pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. JAPB, 6(2), 1861-1874.
Susskind, R. (2019). Online courts and the future of justice. Oxford: Oxford University Press.
Wibowo, S. K., Bahtiar, A. S., & Rahmantya, Y. E. K. (2023). Systematic literature review: Peran penerapan SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) terhadap kualitas pelayanan publik di KUA. Jurnal Ilmiah Global Education, 4(4), 2777-2785. https://doi.org/10.55681/jige.v4i4.1453
Yusuf, M., & Hakim, L. (2024). Digital public services and legal certainty in marriage registration: An Indonesian perspective. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 23(1), 89-108.