Strategi Penguatan Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara Berbasis Nilai Shared Pain melalui Etnografi dan Design Thinking: Studi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Dharmasraya

Main Article Content

Randi Adrika Putra
Jerry Heikal

Abstract

Disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Meskipun telah didukung oleh berbagai regulasi dan pemanfaatan teknologi informasi, pelanggaran disiplin ringan masih berulang di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Shared Pain Value dalam pengelolaan disiplin kerja ASN serta merumuskan strategi penguatan disiplin melalui pendekatan etnografi dan Design Thinking. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri atas pejabat struktural dan pejabat fungsional di BKPSDM Kabupaten Dharmasraya. Analisis data dilakukan melalui tahapan Empathy, Define, Ideate, dan Prototype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shared Pain Value yang ditemukan adalah pelanggaran disiplin ringan terus berulang karena pelanggaran tersebut masih ditoleransi dan belum ditindak secara konsisten oleh atasan meskipun sistem digital telah tersedia. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan Value Proposition, yaitu tidak adanya lagi pelanggaran disiplin ringan yang berulang karena setiap pelanggaran ditindaklanjuti secara konsisten oleh atasan. Untuk mewujudkannya, penelitian ini menghasilkan strategi berupa penerapan mekanisme eskalasi pembinaan wajib terhadap pelanggaran disiplin ringan yang berulang, yang diwujudkan dalam prototype SMART-DISC ASN (Smart Escalation Dashboard for Repeated Minor Discipline Violations). Prototype ini dirancang untuk mendeteksi pelanggaran berulang, mengirimkan notifikasi kepada atasan langsung, memantau proses pembinaan, serta mendokumentasikan tindak lanjut secara digital. Prototype tersebut diharapkan mampu menghilangkan budaya toleransi terhadap pelanggaran disiplin ringan, meningkatkan akuntabilitas atasan langsung, serta mendukung pengelolaan disiplin ASN yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putra, R. A., & Jerry Heikal. (2026). Strategi Penguatan Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara Berbasis Nilai Shared Pain melalui Etnografi dan Design Thinking: Studi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Dharmasraya. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(6), 204–215. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i6.19677
Section
Articles

References

Arifin, S., Ardanesworo, M. F. K. P., Putra, A. D., & Heikal, J. (2023). Studi Etnografi: Analisis Persepsi Penggemar Playstation yang Bermain Rental Playstation di Jakarta Selatan. Jurnal Media Akademik, 2(6), 1–12.

Mandacan, R. S., Lambi, M., & Salosso, M. (2025). Membangun Kinerja Asn Di Pegunungan: Peran Disiplin Kerja Pegawai Distrik Hink Kabupaten Pegunungan Arfak. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9818-9831.

Ratna, S., Lisdayanti, D., Anggini, D., & Heikal, J. (2025). Ethnography of Working Mothers’ Struggles And Strategies In The Digital Economy In Childcare. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 1749–1758.

Salida, B. M. S. B. M., Surya, I., & Setiawan, A. (2026). PERLINDUNGAN APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI WHISTLEBLOWER DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2023 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA. Jurnal Diskresi, 5(1), 187-196.

Tiyanda Hanti Arum Kusuma,Rizki Agung Ramadani,Rinta Agustiani Dwi putri, J. H. (2025). Cultural Wedding Rituals Among Batak Toba Millennials and GenZ: Perceptions inthe Modern Era-An Ethnographic Study. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 1798–1806.

Utami, S., & Heikal, J. (2025). Analysis of Shared Value Influencing Millennial Generation Civil Servants in Online Spending Using Ethnographic Methods Case Study: Ministry X. Economic Reviews Journal, 4(4), 1882–1896. https://doi.org/10.56709/mrj.v4i4.913