Ethnographic Study: Personal Conflicts in Companies between Javanese and Non-Javanese Ethnic Workers (Case Study of PT. A, PT. B and PT. C)
Main Article Content
Abstract
Setiap individu memiliki rangkaian karakteristik unik yang berbeda-beda. Keragaman hubungan sosial dalam suatu masyarakat bisa terjadi karena masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, bahkan dalam satu suku bangsa pun memiliki perbedaan. Dalam kehidupan sebuah organisasi, konflik di antara karyawan juga sesuatu yang tidak dapat dihindari terutama perbedaan etnis. Hal ini dikarenakan setiap karyawan memiliki etnis berbeda beda yang menyebabkan tujuan dan cara bekerja sesuai dengan karakteristik unik yang melekat pada dirinya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif berevolusi dari desain etnografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan konflik personal dan saran yang ingin diberikan berdasarkan pengamatan dari Etnis Jawa dan Non Jawa yang ada di Perusahaan dengan studi kasus yang dilakukan pada 3 (tiga) Perusahaan yaitu PT A yang bergerak dibidang Asuransi, PT B bergerak dibidang perdagangan besar & jasa, dan PT C bergerak dibidang shipping logistic. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa konflik personal disebabkan karena adanya perbedaan share value antara etnis Jawa dan non Jawa, Perbedaan latar belakang kebudayaan menciptakan pribadi yang berbeda, beberapa orang mungkin akan terpengaruh dengan pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda itu pada akhirnya yang dapat memicu konflik personal.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Basti. (2007). Perilaku Proposal Etnis Jawa dan Etnis Cina. Journal Psikologika, 23(11).
Creswell, J. W. (2016). Educational Research (Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research).
Junaidi. (2020). Perilaku Komunikasi Etnis Jawa dalam Kehidupan Sosial dan Kehidupan Politik di Kota Medan.
Karina. (2014). Nilai budaya Jawa (rukun-hormat) dalam Kehidupan. Universitas Muhammadiyah Malang.
Koentjaraningrat. (2002). Manusia dan kebudayaan di Indonesia / Koentjaraningrat. Jakarta :: Djambatan,.
Lande, A., Ferliandre, A., & Anggraini, M. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan: Gaya Kepemimpinan, Kepribadian dan Strategi (Suatu Kajian Studi Literatur Manajemen Sumberdaya Manusia). Jurnal Ilmu Hukum Humaniora Dan Politik, 1(1). https://doi.org/10.38035/jihhp.v2i1
Marwansyah. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan Ke-5). Alfabeta, CV.
Pitoyo, A. J., & Triwahyudi, H. (2017). Dinamika Perkembangan Etnis di Indonesia dalam Konteks Persatuan Negara. Populasi, 25(1), 64–81.
Purwadarminta, W.J.S. (Welfridus Joseph Sabariyah), 1903-1968. (1999). Kamus umum bahasa Indonesia / susunan W.J.S. Poerwadarminta; diolah kembali oleh Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,. Jakarta: Balai Pustaka,
Septi Salsabila, A., & Septiawan, B. (2022). Faktor Pemicu Konflik dan Resolusi Konflik Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada PT Lestari Djaya Utama. Jurnal Eco-Entrepreneur, 8(1). https://doi.org/10.21107/ee.v8i1.16530
Soleman, B. T. (1990). Struktur dan Proses Sosial : Suatu Pengantar Sosiologi Pembangunan. Universitas Indonesia.
Tike, A. (2017). Pola Komunikasi Dalam Penanggulangan Konflik. Jurnal Tabligh Edisi Kusus, 12(1).
Trimulyaningsih, N. (2017). Konsep Kepribadian Matang dalam Budaya Jawa-Islam: Menjawab Tantangan Globalisasi. Buletin Psikologi, 25(2). https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.28728