Transmisi Budaya Ngawan Pada Masyarakat Pesisir Desa Seraya Kabupaten Karangasem

Main Article Content

Tiara Astyaputri
Ida Ayu Alit Laksmiwati
Aliffiati Aliffiati

Abstract

Terjadi fenomena penurunan jumlah nelayan Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa Seraya merupakan salah satu desa yang memiliki wilayah pesisir dan terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas melaut ini dikenal dengan sebutan ngawan, yang diambil dari kata awan yang artinya ikan tongkol, sehingga ngawan diartikan pula sebagai kegiatan mencari ikan tongkol. Penurunan jumlah nelayan di Desa Seraya dibuktikan pada Data Profil Desa tahun 2023, yang mencatat pada tahun 2018 terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan berjumlah 150 orang. Namun pada tahun 2023, jumlahnya menurun sampai pada angka 73 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk transmisi budaya ngawan di wilayah pesisir Desa Seraya dan menjelaskan implikasi dari mekanisme proses transmisi terhadap keberlangsungan budaya ngawan di Desa Seraya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi serta studi pustaka dalam menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan teori kebudayaan Roger Keesing dan teori transmisi budaya Meyer Fortes. Hasil penelitian ini menunjukkan para nelayan mempelajari cara alat-alat yang digunakan dan cara penggunaannya, pengetahuan lokal yang ada di dalam budaya ngawan melalui proses imitasi, identifikasi dan sosialisasi yang telah dilakukan sejak kecil melalui aktivitas sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan zaman, proses transmisi budaya ngawan mengalami keterhambatan dikarenakan adanya perubahan pandangan hidup para pemuda yang diharapkan menjadi penerus dari budaya ngawan. Para pemuda kini melihat budaya ngawan sebagai kegiatan mencari nafkah yang dapat digantikan dengan pekerjaan lain. Hal ini didukung dengan para nelayan yang berfokus pada pemenuhan pendidikan anak-anak mereka agar bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Astyaputri, T., Laksmiwati, I. A. A., & Aliffiati, A. (2024). Transmisi Budaya Ngawan Pada Masyarakat Pesisir Desa Seraya Kabupaten Karangasem. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 119–128. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6068
Section
Articles

References

Anugrahini, Triyanti. 2019. “Resiliensi Sosial Nelayan Kamal Muara Dalam Menghadapi Dampak Reklamasi Teluk Jakarta.” Jurnal PKS 17(1):37–46.

Apriantari, Ni Kadek, I. Gusti Ngurah Putra Dirgayusa, and Abd. Rahman As-syakur. 2017. “Pengaruh Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus Sp) Dan Pendapatan Keluarga Nelayan Terhadap Tingkat Pendidikan Anak Keluarga Nelayan Di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.” Journal of Marine and Aquatic Sciences 3(2):242. doi: 10.24843/jmas.2017.v3.i02.242-250.

Badan Pusat Statistik. 2023. Statistik Sumber Daya Laut Dan Pesisir 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Baidhowi, Ahmad, and Harpang Yudha Karyawanto. 2020. “Regenerasi Komunitas Musik Pa ’ Beng Di Desa Bantal Kabupaten Situbondo.” APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan 1(15):1–15.

Chaplin, J. P. 2008. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Darmawanti, Anis, and Setyo Yanuartuti. 2018. “Kreasi Tari Celeng Putri Sebagai Peningkat Kualitas Dalam Pertunjukan Jaranan Manggolo Cahyo Mudo.” Jurnal Solah 8(2):1–15.

Fatmasari, Dewi. 2016. “Analisis Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Pesisir Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.” Jurnal Ekonomi 1–23.

Gerungan, W. A. 2010. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Harumy, Henny Febriana, and Hanifah M. Z. .. Amrul. 2018. “Aplikasi Mobile Zagiyan ( Zaringan Digital Nelayan) Dalam Menunjang Produktivitas Dan Keselamatan, Dan Kesehatan Nelayan ( Studi Kasus Kelompok Nelayan Percut).” It Journal Research and Development 2(2):52–61. doi: 10.25299/itjrd.2018.vol2(2).1249.

James P. Spradley. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Keesing, M. R. 1974. “Theories of Culture.” Annual Review of Anthropology 3:73–97.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2022. KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM ANGKA TAHUN 2022. edited by M. E. Rennisca Ray Damanti, S.Pi, MA, M. Rikrik Rahadian, SE, S. S. Dhina Arriyana, and S. P. Susiyanti. Jakarta: Pusat Data, Statistik dan Informasi.

Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Krisdiyansah, Yuyu, Asep Maulana, and Sugiyono. 2022. “Degradasi Fungsi-Fungsi Pendidikan Dalam Pewarisan Dan Perubahan Nilai- Nilai Sosial Dan Budaya.” Tanzhimuna 2(1):204–18.

Miles, Matthew B., and A. Michael Huberman. 2009. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI-Press.

Novi Irawati, Achmad Andi Rif’an. 2023. Wilayah Pesisir Kawasan Wisata Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung.

Ranzes, Myxa CCezar, Oeng Anwarudin, and Maspur Makhmudi. 2020. “Peranan Orangtua Dalam Mendukung Regenerasi Petani Padi (Oryza Sativa L) Di Desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur.” Jurnal Inovasi Penelitian 1(2).

Rijali, Ahmad. 2019. “Analisis Data Kualitatif.” Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 17(33):81. doi: 10.18592/alhadharah.v17i33.2374.

Sitepu, Samuel Raskita, and Ida Bagus Oka Wedasantara. 2023. “Ngawan: Representasi Mata Pencarian Masyarakat Pesisir Desa Seraya Dalam Strategi Pemajuan Kebudayaan.” ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial 5(2):197–214. doi: 10.19105/ejpis.v5i2.10775.

Soerjono Soekanto. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.