Pemertahanan Bahasa Hibun melalui Konten Tiktok @Decky Russelio
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas upaya pemertahanan bahasa Dayak Hibun melalui platform media sosial TikTok oleh kreator konten @DeckyRusselio. Di tengah ancaman kepunahan bahasa daerah akibat dominasi bahasa nasional dan asing, penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana TikTok digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan dan melestarikan bahasa Dayak Hibun. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan analisis konten video TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decky Russelio berhasil memanfaatkan TikTok untuk memperkenalkan kosakata, ekspresi budaya, dan nilai-nilai tradisional Dayak Hibun kepada audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Melalui konten kreatif yang menggabungkan humor dan edukasi, ia mampu meningkatkan kesadaran dan kebanggaan budaya di kalangan komunitas Dayak Hibun. Penelitian ini menyoroti potensi media sosial sebagai sarana inovatif dalam pemertahanan bahasa daerah, yang relevan dengan tantangan era digital dan globalisasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Asfar, Dedy Ari. (2016). Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu. Yogyakarta: Elmatera Publisher.
Asrif (2019). Menjayakan Bahasa Daerah. Kantor Bahasa Provinsi Maluku https://kantorbahasamaluku.kemdikbud.go.id/2019/12/menjayakan-bahasa-daerah/
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Pedoman Model Revitalisasi Bahasa Daerah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Emawati. (2018). Pemertahanan Bahasa Melayu Palembang Melalui Media Elektronik. Jurnal Penelitian Humaniora. 19(1), 47-53.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lofland, John., Lyn. H. Lofland. (1984). Analyzing Social Settings. Jakarta: Rineka Cipta.
Mahsun. (2007). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Manoso, et al. (2024). Pemertahanan Bahasa Ponosokan Pada Kalangan Remaja di Dsa Belanag Kecamatan Belang. Kompetensi: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni. https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/kompetensi,
Olaare, Sharon. (2024). The Role of Technology in Language Preservation. Europeran Journal of Linguistics. 3(2), 44-56.
Nur, Tadjuddin., Lukman., Nini Ibrahim. (2022). Bahasa Melayu Betawi pada Era Globalisasi (Studi Pemertahanan Bahasa). Depok: Penerbit Merah Putih.
Sujarni, Albertus, Chatarina Pancer Istiyani. (2008). Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat. Pontianak: Institut Dayakologi.
Susanto, Moh Arif., Elita Arcelina Sandi. (2020). Aktualisasi Bahasa Jawa YouTuber Upaya Pemertahanan Bahasa Jawa Pada Masa Pandemi Covid-19. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 2(1), 45-55.
Tampanguma, N., Wengkang, T. I., & Palar, W. (2020). Pemertahanan Bahasa Tontemboan pada Remaja di Desa Poopo Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Bahtra, 1(1).
UNESCO. (2019). Atlas of the World's Languages in Danger. Retrieved from http://www.unesco.org/languages-atlas.
Widianto, Eko. (2016). Pemertahanan Bahasa Daerah Melalui Pembelajaran dan Kegiatan di Sekolah. Jurnal Kredo. 1(2),
Wijana, I. D. P. (2021). Pengantar Sosiolinguistik. UGM PRESS.