Hubungan Kesepian dengan Parasocial Relationship pada Dewasa Awal di Jabodetabek

Main Article Content

Nabila Putri Harbowo
Roswiyani

Abstract

Masa dewasa awal merupakan fase transisi antara masa remaja dan dewasa yang terjadi pada usia 18 hingga 25 tahun, di mana individu menghadapi berbagai tantangan hidup seperti adaptasi terhadap lingkungan baru, pengelolaan keuangan, pembinaan hubungan intim, serta perkembangan karier. Ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, salah satunya adalah kesepian. Salah satu strategi untuk mengurangi kesepian adalah melalui hubungan parasosial, yaitu hubungan satu arah di mana individu merasakan ikatan emosional dengan selebritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan hubungan parasosial pada dewasa awal. Subjek penelitian adalah dewasa awal berusia 18 hingga 25 tahun, berdomisili di Jabodetabek, menggemari selebritas, berstatus mahasiswa atau bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis studi korelasi dan teknik purposive sampling. Data diperoleh secara online melalui Google Form, menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 (UCLA-LS3) untuk mengukur kesepian dan Celebrity Attitude Scale (CAS) untuk mengukur hubungan parasosial. Berdasarkan hasil analisis terhadap 437 partisipan, mayoritas berusia 21 tahun dan berstatus mahasiswa, ditemukan bahwa 57% partisipan mengalami kesepian dalam kategori sedang dan 73,2% memiliki hubungan parasosial dalam kategori sedang. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kesepian dan intensitas hubungan parasosial (r = 0,23, p = 0,000 < 0,05), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin intens hubungan parasosial yang terbentuk.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri Harbowo, N. ., & Roswiyani. (2024). Hubungan Kesepian dengan Parasocial Relationship pada Dewasa Awal di Jabodetabek. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1439–1449. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6282
Section
Articles

References

Analisis “parasocial interaction” di balik militansi fans K-pop bela idola. (2022, May 20). Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6086799/analisis-parasocial-interaction-di-balik-militansi-fans-k-pop-bela-idola

Andriani, N. T., Purwaningsih, I. E., Aquino, T., & Hary, P. (2023). Parasocial relationship viewed from loneliness in new students. Proceedings of The 1st International Conference on Indigenous Psychology & Culture (ICIPC), 1(1), 288–298. https://seminar.ustjogja.ac.id/index.php/icipc/article/view/782

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Ashe, D. D., & McCutcheon, L. E. (2001). Shyness, loneliness, and attitude toward celebrities. Current Research in Social Psychology, 6(9), 124–133.

Athirah, V. Z. (2024). Pengaruh empati pada idola, kesepian, daya tarik interpersonal, dan faktor demografi terhadap hubungan parasosial pada penggemar K-Pop generasi z. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Bond, B. J. (2022). Parasocial relationships as functional social alternatives during pandemic-induced social distancing. Psychology of Popular Media, 11(3), 250–257. https://doi.org/10.1037/ppm0000364

Cacioppo, J. T., Fowler, J. H., & Christakis, N. A. (2009). Alone in the crowd: The structure and spread of loneliness in a large social network. Journal of Personality and Social Psychology, 97(6), 977–991. https://doi.org/10.1037/a0016076

Chory-Assad, R. M., & Yanen, A. (2005). Hopelessness and loneliness as predictors of older adults’ involvement with favorite television performers. Journal of Broadcasting and Electronic Media, 49(2), 182–201. https://doi.org/10.1207/s15506878jobem4902_3

Cohen, J. (1997). Parasocial relations and romantic attraction: Gender and dating status differences. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 41(4), 516–529. https://doi.org/10.1080/08838159709364424

Cohen, J. (2003). Parasocial breakups: Measuring individual differences in responses to the dissolution of parasocial relationships. Mass Communication and Society, 6(2), 191–202. https://doi.org/10.1207/s15327825mcs0602_5

Eight words go head-to-head for Oxford Word of the Year 2023. (2023, November 27). Oxford University Press. https://corp.oup.com/news/eight-words-go-head-to-head-for-oxford-word-of-the-year-2023/

Firdausa, Z. A., & Shanti, K. L. P. S. (2019). Hubungan antara kesepian dengan interaksi parasosial pada perempuan dewasa muda anggota fansclub Prillvers Semarang. Prosiding Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula 2 (KIMU), 1119–1125. http://lppm-unissula.com/jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimuhum/article/download/8242/3797

Forster, R. T. (2024, April 9). Parasocial relationships: Do we know what’s real and what’s not? Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/reel-relationships/202404/parasocial-relationships-do-we-know-whats-real-and-whats-not

Gravetter, F. J., & Forzano, L.-A. B. (2019). Research methods for the behavioral sciences (6th ed.). Cengage. https://doi.org/10.4324/9780203084144-4

Hermawati. (2021). Gambaran kesepian pada dewasa awal yang menggunakan media sosial di tengah pandemi covid-19. Universitas Islam Riau.

Horton, D., & Wohl, R. (1956). Mass communication and para-social interaction. Psychiatry, 19(3), 215–229. https://doi.org/10.1080/00332747.1956.11023049

Indriani, R. M. D. (2022, May 21). Aksi fans serbu NCT di bandara dinilai sebagai parasocial relationship, apa itu? Suara. https://www.suara.com/lifestyle/2022/05/21/190310/aksi-fans-serbu-nct-di-bandara-dinilai-sebagai-parasocial-relationship-apa-itu

Kaligis, F., Ismail, R. I., Wiguna, T., Prasetyo, S., Indriatmi, W., Gunardi, H., Pandia, V., & Magdalena, C. C. (2021). Mental health problems and needs among transitional-age youth in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(8), 4046. https://doi.org/10.3390/ijerph18084046

Khairunisa, F. (2015). Pengaruh celebrity worship dan dukungan sosial terhadap body image pada mahasiswa UIN Jakarta [Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/68803/1/FADHILA KHAIRUNISA - FPSI.pdf

McCutcheon, L. E., & Maltby, J. (2002). Personality attributions about individuals high and low in the tendency to worship celebrities. Current Research in Social Psychology, 7(19), 1–15.

Nabilla, S. R., & Prakoso, H. (2019). Pengaruh loneliness terhadap parasocial relationship pada fansclub Wannable di Bandung. Prosiding Psikologi, 95–102. https://doi.org/10.29313/.v0i0.14213

Noffiyanti, Mohd Akib, M. M., & Fitriyani, A. (2023). Hubungan antara tingkat kesepian dengan parasocial relationship pada remaja penggemar K-pop di komunitas Exo-L Lampung. Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling, 3(1), 92–114. https://doi.org/10.35719/sjigc.v3i1.83

Perdana, K. E. (2023). A descriptive analysis of parasocial interactions of Korean-pop fans on Indonesian social media. Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research, 2(5), 859–872. https://doi.org/10.55927/modern.v2i5.5523

Perlman, D., & Peplau, L. A. (1981). Toward a social psychology of loneliness. In Duck & R. Gilmour (Eds.), Personal relationships in disorder (Vol. 41, Issue 2, pp. 229–231). Academic Press. https://doi.org/10.1037/0003-066X.41.2.229

Pramitha, R. (2018). Hubungan kesejahteraan psikologis dengan kesepian pada mahasiswa yang merantau di Yogyakarta [Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13606

Rinaldi, M. R. (2021). Kesepian pada mahasiswa selama pandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 11(3), 267–277. https://doi.org/10.26740/jptt.v11n3.p267-277

Sagita, S. N. (2023, December 19). Ternyata 44 persen warga Jabodetabek alami kesepian, ini risetnya. Detik Health. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7098345/ternyata-44-persen-warga-jabodetabek-alami-kesepian-ini-risetnya

Salsabila, T. A., & Sahrani, R. (2021). Peran moderasi mindfulness dalam hubungan antara intensitas penggunaan Instagram dan kesepian pada dewasa muda. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 5(2), 352–361. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v5i2.10932.2021

Setiawan, M. A., Sari, N. P., Rachmah, D. N., & Rachman, A. (2022). The intensity of parasocial interaction of student watching Korean drama during stay at home during pandemic. Journal of Positive School Psychology, 6(2), 5930–5940. http://journalppw.com

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Trinidya, B. M., & Cahyono, R. (2024). Hubungan antara loneliness dengan parasocial relationship pada pemain game Genshin Impact (Issue 3) [Universitas Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/133015

Wang, Q., Fink, E. L., & Cai, D. A. (2008). Loneliness, gender, and parasocial interaction: A uses and gratifications approach. Communication Quarterly, 56(1), 87–109. https://doi.org/10.1080/01463370701839057

Zulfikar, F. (2022, June 3). Usia 20-an memasuki quarter life crisis, bagaimana cara mengatasinya? Detik Edu. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6108508/usia-20-an-memasuki-quarter-life-crisis-bagaimana-cara-mengatasinya