Kajian Etika Dan Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (Studi Permasalahan Pengelolaan Ekositem Mangrove Di Indonesia)
Main Article Content
Abstract
Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, memiliki sekitar 23% dari total luas hutan mangrove dunia, menjadikannya negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia. Meskipun demikian, kawasan mangrove di Indonesia mengalami tekanan yang semakin besar akibat konversi lahan untuk berbagai kepentingan, seperti pertanian, perikanan, dan pembangunan infrastruktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kulitatif dengan pendekatan Literatur review. Hasil penelitian menunjukan Kebijakan hukum pengelolaan kawasan mangrove di Indonesia sudah tertuang pada beberapa produk hukum baik dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan mentri bahkan sampai peraturan daerah. Namun, terdapat permasalahan yang masih melanggar etika dan kebijakan lingkungan diantaranya di wilayah teluk Bintuni di provinsi Papua Barat yang di ulas pada hasil penelitian dari Ardiyanto (2023), selanjutnya, wilayah di pulau Bintan Kepulauan Riau. Kajian ini telah dilakukan penelitian oleh Irman dan Akbar (2021). Permasalahan juga terdapat di wilayah pesisir Negeri Amahai yang berada di Kabupaten Maluku Tengah berdasarkan hasil penelitian Ely et al (2021). Pengelolaan mangrove harus perpayung hukum dan didasarkan pada etika dan kebijakan lingkungan yang harus ditaati oleh semua pihak baik ditingkat local terkecil yaitu desa sampai ditingkat nasional. Berbagai kebijakan tersebut lahir dengan melihat kondisi social masyarakat, topografi wilayah, budaya dan kearifan local.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alongi, D. M. (2008). Mangrove forests: Resilience, protection from tsunamis, and responses to global climate change. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 76(1), 1-13.
Agnew, J. (2008). Borders on the mind: re-framing border thinking. Ethics & global politics, 1(4), 175-191.
Akbar, D., Setiawan, A., Prayuda, R., Putra, A., Aznor, A., & Yudiatmaja, W. E. (2020, October). Community preparedness on transboundary oil spill governance in Bintan Island. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1655, No. 1, p. 012144). IOP Publishing.
Anwar, M. S., & Farhaby, A. M. (2021). Analisis Kebijakan Pemanfaatan Lahan dalam Wilayah Hutan Mangrove di Provinsi Bangka Belitung. University Of Bengkulu Law Journal, 6(1), 20-38.
Ardiyanto, G. M. (2023). Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan Di Kawasan Pesisir Teluk Bintuni, Papua Barat. Jurnal Darma Agung, 31(6), 188-197.
Cahyo, E., Soekardi, P., & Santoso, W. (2014). Community-based mangrove restoration in Indonesia. Environmental Management, 54(3), 551-562.
Dahuri, R., et al. (2001). Coastal and marine management in Indonesia: Issues, problems and challenges. Journal of Coastal Research, 17(1), 227-236.
Danarto, W. P., Rijanta, R., & Marfai, M. A. (2019). Kajian Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagai Sarana Pengurangan Risiko Bencana di Kota Semarang. Seminar Nasional GEOTIK 2019. di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 16(1), 11-29.
Donato, D. C., et al. (2011). Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience, 4(5), 293-297.
Ely, A. J., Tuhumena, L., Sopaheluwakan, J., & Pattinaja, Y. (2021). Strategi pengelolaan ekosistem hutan mangrove di Negeri Amahai. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 17(1), 57-67.
Giesen, W., et al. (2007). Mangrove ecosystems of Indonesia: Status, distribution and conservation. Wetlands Ecology and Management, 15(3), 209-230.
Giesen et al. (2006). Mangrove Guidebook ForsoutheastasiaIrman, I., & Akbar, D. (2021). Tata kelola dan kebijakan wilayah konservasi mangrove di Kabupaten Bintan. KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(01), 75-82
Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., ... & Law, K. L. (2015). Plastic waste inputs from land into the ocean. science, 347(6223), 768-771.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kusmana, C. (2004). Pengelolaan hutan mangrove: Teori dan aplikasi. Penerbit Andi.
Mulyana, A. (2013). Restorasi ekosistem mangrove di Indonesia: Upaya dan tantangan. Jurnal Ekologi, 10(2), 35-45.
Novianti, A., & Pramudya, A. (2020). Carbon sequestration by mangrove ecosystems and their role in climate change mitigation in Indonesia. Journal of Environmental Management, 267, 110648.
Nurdin, M. (2015). Tantangan pengelolaan mangrove di Indonesia: Pendekatan berbasis masyarakat. Jurnal Manajemen Sumber Daya Alam, 22(1), 29-45.
Pitaloka, D., Nurbani, E. S., & Apriliana, A. R. (2023). Implemnetasi Kebijakan Hukum Lingkungan Internasional tentang Pengelolaan Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(2).
Patil, P. G., Virdin, J., Diez, S. M., Roberts, J., & Singh, A. (2016). Toward a blue economy: a promise for sustainable growth in the Caribbean. An Overview. The World Bank, 92.
Salim, I. (2010). Community participation in mangrove conservation and restoration: A case study from Indonesia. Environmental Science & Policy, 13(5), 408-419.
Sitaniapessy, J. 2016. Pola Pemanfaatan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pulau Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. The Journal of Fisheries Development 3(1): 17-24.
Salminah, M., & Alviya, I. (2019). Efektivitas kebijakan pengelolaan mangrove untuk mendukung mitigasi perubahan iklim
Tjoa, M., T. Silaya, N. Liswanti. 2013. Hasil Identifikasi Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram. Collaborative Land Use Planning and Sustainable Institutional Arrangement Project.
Wahid, S., et al. (2016). The role of mangrove ecosystems in coastal protection and development in Indonesia. Coastal Management, 44(2), 135-150.
Setyawan, A.D. & K. Winarno. 2006. Pemanfaatan Langsung Ekosistem Mangrove di Jawa Tengah dan Penggunaan Lahan di Sekitarnya; Kerusakan dan Upaya Restorasinya. Biodiversitas 7(3): 282-291