Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout dengan Manajemen Stres sebagai Variabel Mediasi pada Klinik dr. Nur Cimahi
Main Article Content
Abstract
Burnout pada tenaga kesehatan bukanlah fenomena baru. Kondisi ini sering dialami oleh para profesional di organisasi pelayanan kesehatan dan diakui sebagai masalah yang signifikan, terutama dalam profesi yang berorientasi pada manusia seperti tenaga kesehatan. Burnout memiliki konsekuensi serius bagi pasien, fasilitas kesehatan, dan kesejahteraan pribadi pekerja. Dampak negatifnya meliputi rendahnya kepuasan pasien, penurunan kualitas layanan, kesalahan medis, serta potensi tuntutan malpraktik yang merugikan individu maupun organisasi. Tantangan ini mendorong organisasi untuk mengevaluasi strategi pengelolaan sumber daya manusia guna mengurangi risiko burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap burnout dengan mediasi manajemen stres di Klinik dr. Nur Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan kuesioner yang didistribusikan kepada 42 peserta melalui teknik probability sampling. Alat statistik yang digunakan meliputi analisis regresi, koefisien determinasi (R-square), dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap burnout dengan mediasi manajemen stres (nilai F = 16,834 > nilai F tabel = 4,08) dengan tingkat pengaruh sebesar 43,6% (kategori sedang). Manajemen stres menunjukkan mediasi parsial (p < 0,05) antara beban kerja (cukup) dan burnout (baik). Manajemen stres yang efektif berperan sebagai mediator dalam mengurangi dampak burnout akibat beban kerja yang sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen stres yang proaktif untuk mencegah burnout. Beban kerja yang tinggi tanpa manajemen stres yang efektif dapat menyebabkan burnout, namun intervensi yang tepat dapat mengurangi dampak negatifnya, meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan retensi karyawan di dalam organisasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Carson, J., Maal, S., Roche, S., Fagin, L., De Villiers, N., O’Malley, P., & Holloway, F. (1999). Burnout in mental health nurses: Much ado about nothing? Stress Med. 1999, 15, 127–134.
Golo, Z.A., Eliyah, & Zein, E.R. (2021). Faktor Risiko Burnout pada Petugas di Instalasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 4(2), 59-64.
Greenberg, J.S. (2006). Comprehensive Stress Management. Boston: McGraw-Hill.
Indiawati, O.C., Sya’diah, H., Rachmawati, D.S., & Suhardiningsih, A.V.S. (2022). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Burnout Syndrome Perawat di RS Darmo Surabaya. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 25-41.
Jeikawati, Sari, D.P., Suprihatini, Faradila, & Arifin, S. (2023). Gambaran Burnout Syndrome pada Tenaga Kesehatan di RSUD Kota Palangka Raya. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 5(2), 351-357.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia HK.01.07/MENKES/1983/2022 tentang Standar Akreditasi Klinik. (2022). Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Komara, E., Syaodih, E., & Andriani R. (2022). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Refika Aditama.
Kurniawati, F., Fikaris, M.F., Eryani, I.S., Rohendi, A., & Wahyudi, B. (2023). The Effect of Workload, Burnout, and Work Motivation on Nurse Performance. Jurnal Aplikasi Manajemen, 21(4), 915-927.
Lazarus, R.S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing Company.
Maslach, C. (Eds) (1998). “A Multidimentional Theory of Burnout” dalam Theories of Organizational Stress. UK: OUP Oxford.
Maslach, C., Schaufeli, W.B., & Leiter, M.P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52, 397-422.
Patel, R.S., Bachu, R., Adikey, A., Malik, M., & Shah, M. (2018). Factor related to physician burnout and its consequences: A review. Journal Behavioral Sciences, 8(11).
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Apotek. (2017). Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Pradana, B.A. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Burnout pada Perawat RSUD Kardinah Kota Tegal. Jurnal Magisma, 5(2).
Schaufeli, W.B., De Witte, H. & Desart, S. (2020). Manual Burnout Assessment Tool (BAT) – Version 2.0. KU Leuven, Belgium: Unpublished internal report.
Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
World Health Organization. (2019). Burn-out an “Occupational Phenomenon”: International Classification of Diseases. (Online). Tersedia: https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases (7 Februari 2024).