Hubungan Perceived Stress dengan Emotional Eating pada Mahasiswi Tingkat Akhir di Jakarta

Main Article Content

Rafela Anandita
Roswiyani

Abstract

Salah satu reaksi yang paling sering terjadi pada mahasiswa perempuan ketika mengalami stres adalah adanya peningkatan nafsu makan yang membuat pola makan menjadi tidak terkontrol. Perilaku makan secara berlebihan sebagai respon terhadap emosi negatif seperti stres, depresi, dan cemas disebut dengan emotional eating. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, perilaku ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh dan mental. Dengan memperhitungkan dampak negatif yang dapat disebabkan oleh emotional eating, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived stress dengan emotional eating pada mahasiswi tingkat akhir di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 mahasiswi tingkat akhir di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jakarta dengan rentang usia 21-25 tahun. Penelitian ini menggunakan Salzburg Emotional Eating Scale (SEES) dan Perceived Stress Scale (PSS-10) sebagai instrumen pengukuran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 25 untuk Windows melalui teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara perceived stress dan perilaku emotional eating (r = .693, p=.000). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan perceived stress berhubungan dengan meningkatnya frekuensi emotional eating pada mahasiswi tingkat akhir di Jakarta. Sebanyak 158 (79%) mahasiswi mengalami tingkat perceived stress sedang, dan 145 (72.5%) mahasiswi menunjukkan tingkat emotional eating sedang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anandita, R. ., & Roswiyani. (2024). Hubungan Perceived Stress dengan Emotional Eating pada Mahasiswi Tingkat Akhir di Jakarta. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1599–1607. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6352
Section
Articles

References

Adriaanse, M. A., de Ridder, D. T. D., & Evers, C. (2011). Emotional eating: Eating when emotional or emotional about eating? Psychology & Health, 26(1), 23–39. https://doi.org/10.1080/08870440903207627

Ambarwati, P. D., Pinilih, S. S., & Astuti, R. T. (2019). Gambaran tingkat stres mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 5(1), 40. https://doi.org/10.26714/jkj.5.1.2017.40-47

Bruch, H. (1964). Psychological aspects of overeating and obesity. Psychosomatics, 5(5), 269–274. https://doi.org/10.1016/s0033-3182(64)72385-7

Hariansyah, H., & Setiawati, O. R. (2017). Hubungan antara tipe locus of control dengan pravelensi stress pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 4(3). https://doi.org/10.33024/.v4i3.1312

Johnson, R. B., & Christensen, L. (2014). Educational research: Quantitative, qualitative, and mixed approaches. Sage Publications.

Konttinen, H. (2020). Emotional eating and obesity in adults: The role of depression, sleep and genes. Proceedings of the Nutrition Society, 79(3), 1–7. https://doi.org/10.1017/s0029665120000166

Putri, R. J., Noviekayati, I., & Pasca Rina, A. (2023). Tingkat stres saat menyusun skripsi: Bagaimana peran motivasi belajar dan dukungan sosialnya? Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi, 4(2), 305–315. https://doi.org/10.30996/sukma.v4i2.10375

Rohmah, N. (2022). The stress and emotional eating behavior in students of Universitas Negeri Semarang. Nutrizione, 2(1), 10–18. https://doi.org/10.15294/nutrizione.v2i1.55170

Saifudin, M. (2023). Faktor-Faktor yang mempengaruhi tingkat stres akademik pada mahasiswa program studi S1 keperawatan non reguler. Jurnal Kesehatan, 12(2), 199–207. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v12i2.267

Samodara, C., Palandeng, H., & Kallo, V. (2015). Pengaruh terapi tertawa terhadap stres psikologis pada lanjut usia di panti werdha Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 3(2), 1–9. https://doi.org/10.35790/jkp.v3i2.7640

Sandi, W. A., & Pradana, A. S. (2020). Faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Mitra Indonesia tahun 2020. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI), 2(2). https://doi.org/10.57084/jikmi.v2i2.816

Santrock, J. W. (2003). Adolescence (perkembangan Remaja) (6th ed.). Erlangga.

Sari, D. T. (2022). Hubungan antara self efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa psikologi Universitas Medan Area [Skripsi Sarjana].

Shiddiq, S., Indriarti, W., & Ma’sum, A. (2023). The relationship of stress levels and emotional eating on YARSI University Medical Faculty Students class of 2020 and the review according to islamic perspective. Junior Medical Journal, 1(6), 637–644. https://doi.org/10.33476/jmj.v1i6.3088

Simorangkir, S. (2016). Perbedaan tingkat stres pada mahasiswa preklinik di fakultas kedokteran UHKBPN Medan. Repository Universitas HKBP Nommensen, 2(1). http://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/3903

Sitinjak, L. (2014). Tingkat pengetahuan lansia terhadap stres akibat penurunan fungsi fisik di Panti Werda Kristen Hana, Tangerang, Banten, 2014. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 1(1). https://ejurnal.husadakaryajaya.ac.id/index.php/JAKHKJ/article/view/8/7

Suhandiah, S., Ayuningtyas, A., & Sudarmaningtyas, P. (2021). Tugas akhir dan faktor stres mahasiswa. JAS-PT (Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia), 5(1), 81. https://doi.org/10.36339/jaspt.v5i1.424

Sutjiato, M., Kandou, G. D., & Tucunan, A. A. T. (2015). Hubungan faktor internal dan eksternal dengan tingkat stress pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsrat, 5(1), 30–42.

Trimawati, T., & Wakhid, A. (2018). Studi deskriptif perilaku emotional eating mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Jurnal Smart Keperawatan, 5(1), 52–60. https://doi.org/10.34310/jskp.v5i1.164

Van Strien, T., Frijters, J. E. R., Bergers, G. P. A., & Defares, P. B. (1986). The dutch eating behavior questionnaire (DEBQ) for assessment of restrained, emotional, and external eating behavior. International Journal of Eating Disorders, 5(2), 295–315. https://doi.org/10.1002/1098-108x(198602)5:2%3C295::aid-eat2260050209%3E3.0.co;2-t

Vianindia, A. D. (2022). Hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik terhadap burnout akademik mahasiswa se-kota Surabaya [Skripsi Sarjana].