Gambaran Pengalaman Kedukaan Individu Dewasa Awal Pasca Kematian Orang Tua karena Sakit

Main Article Content

Ratu Aliyah Az-Zahra
Meiske Yunithree Suparman

Abstract

Abstract:  
Kematian orang tersayang seperti orang tua dapat menimbulkan kesedihan mendalam bagi anak yang ditinggalkan. Terlebih lagi anak yang ditinggalkan berada dalam masa dewasa awal yang sedang menjalani masa transisi perkembangan. Respon kesedihan akan kematian yang dapat terjadi yaitu kedukaan. Kedukaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu usia, jenis kelamin, penyebab kematian, serta faktor internal dan eksternal yang dapat berpengaruh pada ringan atau beratnya kedukaan yang dijalani. Pengalaman kedukaan bersifat unik dan berbeda-beda pada masing-masing individu dan dapat ditandai dengan empat aspek kehidupan, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual. Selain itu, kedukaan dapat dialami dengan melewati lima tahapan, yaitu tahap penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman kedukaan individu dewasa awal pasca kematian orang tua karena sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat empat partisipan dalam penelitian ini yang telah melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengalaman kedukaan yang terjadi pada keempat subyek mengalami gejala dan tahapan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh penyebab kematian, coping antisipasi, persepsi, visi, hubungan emosional, serta dukungan sosial yang ada pada masing-masing subyek. Satu dari empat subyek mengalami seluruh tahapan kedukaan, sedangkan ketiga lainnya hanya menjalani tiga sampai empat tahapan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Az-Zahra, R. A., & Suparman, M. Y. (2024). Gambaran Pengalaman Kedukaan Individu Dewasa Awal Pasca Kematian Orang Tua karena Sakit. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1786–1796. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i1.6360
Section
Articles

References

Arnett, J. J. (2007). Emerging adulthood: What Is It, and What Is It Good For?. Child Development Perspectives, 1(2), 68-73.

Ausie, R. K., & Mansoer, W. W. D. (2021). “Mengapa Tuhan mengambil mereka?” Pengalaman duka dan pemaknaan anak yang kehilangan kedua orang tua secara berurutan. Jurnal Psikologi Ulayat, 153-173.

Badan Pusat Statistik Jakarta. (2020). Mortalitas di Indonesia: Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020. Jakarta : Badan Pusat Statistik.

Black, P. M. (1977). Three definitions of death. Monist, 60(1), 136-146.

Jones, S., & Martini, M. (2021). Sense of self, depression and adaptation to grief, in emerging adults who suffered parental loss. Current Psychology, 42, 5212-5225. https://doi.org/10.1007/s12144-021-01843-z

Geni, P. L., & Rahmania, Q. (2013). Hubungan Coping Style dan Anticipatory Grief Pada Orangtua Anak yang Didiagnosis Kanker. Humaniora, 4(1), 241-247.

Hayslip, B., Pruett, J. H., & Caballero, D. M. (2015). The “How” and “When” of Parental Loss in Adulthood; Effects on Grief and Adjustment. Omega: Journal of Death and Dying, 71(1), 3-18.

Kubler-Ross, E. (1969). On Death and Dying. New York.

Kubler-Ross, E., & Kessler, D. (2014). On Grief and Grieving; Finding the Meaning of Grief Through the Five Stages of Loss. London; Simon & Schuster.

Morris, S. (2008). Overcoming Grief; A Self-Help Guide Using Cognitive Behavioral Techniques. New York; Basic Books.

Mulyadi, S., Basuki, A. M. H., & Prabowo, H. (2019). Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method: Perspektif yang Terbaru untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Kemanusiaan dan Budaya. Depok: Rajawali Pers.

Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja.

Nurhidayati, N., & Chairani, L. (2014). Makna Kematian Orangtua Bagi Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Pasca Kematian Orangtua). Jurnal Psikologi : Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 10(1), 41.48.

Putra, G. B., & Surjaningrum, E. R. (2023). Pemaknaan Pengalaman Anak Menghadapi Kematian Orang Tua. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Psikologi Universitas Airlangga : Pemulihan Psikososial dan Kesehatan Mental Pasca Pendemi, 1(1), 88-96.

Ramadhanti, M., & Satiningsih. (2022). Gambaran Grief pada Emerging Adulthood yang Mengalami Kematian Orang Tua Akibat Covid-19. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 9(7), 161-178.

Santrock, J. W. (2018). A Topical Approach To Life-Span Development, 9th ed. New York: McGraw Hill Education.

Sinkovics, N. (2018). Pattern Matching in qualitative analysis. Sage Publications: Thousand.

Wiryasaputra, T. S. (2019). Grief Psychotherapy. Yogyakarta : Pustaka Referensi.

Wulandari, R. (2019). Pelayanan Pastoral Bagi Istri yang Berduka dan Signifikansinya Terhadap Proses Penemuan Makna Hidup Jemaat Gereja Kristen Jawa Kismorejo Karanganyar. Missio Ecclesiae, 8(1), 17-44.

Yuanti, A. H., Putri, D. P. S., & Kurniawan, E. D. (2023). Analisis Emosi Kesedihan Tokoh Jim dalam Novel Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye: Kajian Teori Kubler-Ross. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(6), 118-122.

Yuliawati, L., Setiawan, J. L., & Mulya, T. W. (2007). Perubahan pada Remaja tanpa Ayah. Arkhe Th. 12/No.1/2007, 9-19.

Zahira, A. K. Z., & Savira, S. I. (2024). Gambaran Kedukaan pada Dewasa Awal atas Kematian Orang Tua. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 11(01), 51-67.