Collaborative Governance dalam Pembinaan Kemandirian Mebel di Lapas Kelas IIA Binjai
Main Article Content
Abstract
Pembinaan kepada narapidana ditujukan untuk memberikan bekal untuk meningkatkan kualitas hidup narapidana. Sehingga lembaga pemasyarakatan wajib memberikan fasilitas terhadap narapidana untuk mengembangkan potensi salah satunya dengan memberikan pelatihan kerja kepada narapidana. Agar pelatihan kerja kepada narapidana berjalan optimal maka diperlukan kerja sama antara lembaga pelatihan kerja maupun pemerintah atau sektor swasta yang terkait. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai penerapan serta faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan collaborative governance pada pembinaan kemandirian mebel di Lapas Kelas IIA Binjai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan serta faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan collaborative governance pada pembinaan kemandirian mebel di Lapas Kelas IIA Binjai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalam teori collaborative governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui sumber data primer dan sekunder yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah dilog tatap muka antara Lapas Kelas IIA Binjai dengan Balai Latihan Kerja dan Yayasan Srikandi; lapas membangun kepercayaan dengan pihak terkait; komitmen secara tertulis antara lapas dengan pihak terkait; adanya pemahaman bersama antara ketiga pihak; narapidana yang mampu membuat karya mebel yang sesuai standar pasar
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Afandi, M., Sudartini, S., Anomsari, E., & Novira, A. (2022). Collaborative Governance: Suatu Tinjauan Konseptual Model Collaborative Governance dan Implementasi Pencapaian SDGs pada studi Intervensi Stunting di Pemerintahan Daerah. DEEPUBLISH.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Dimas, M. J., & Sumbogo, S. (2019). Efektivitas Pembekalan Keterampilan Narapidana melalui Program Pembinaan Kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta. Jurnal Anonime
Equatora. (2018). Mendorong Kemandirian Narapidana: Pengembangan Keterampilan dalam Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Pemasyarakatan, 45-58.
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. PT. GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI.
Harsono Hs, C.I. (1995). Sistem Baru Pembinaan Narapidana. Jakarta: Djambatan
Mangunhardjana, AM. (1991). Pembinaan Arti dan Metodenya. Yogyakarta: Kanisius
Miles dan Huberman, (1992) Analisis Data Kualitatif, Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Poernomo, B. (1986). Pelaksanaan Pidana Penjara Dengan Sistem Pemasyarakatan. Yogyakarta: Liberty
Prastowo, A. (2011). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Pratama, E., & Fauzi, A. (2018). Efektivitas Program Bimbingan Kerja dalam Mengembangkan Life Skill Warga Binaan Penjara. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 2(2), 126-140.
Rahman. (2020). Pembelajaran Kolaboratif di Lingkungan Penjara: Analisis Studi Kasus. Jurnal Pendidikan Kriminologi, 7(2), 45–67.
Robbins, & Stephen, P. (2007). Perilaku Organisasi (11th ed.). PT. Index kelompok Gramedia, Jakarta.
Samudra, I. A. (2022). Efektivitas Kerja Sama Pihak Ketiga dalam Proses Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (Community Based Correctional) Lapas Terbuka Nusakambangan. Jurnal Recidive, 11(2).
Sanusi, A. (2016). Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan Keenam. Jakarta: Salemba Empat.
Setiawan, H. R., & Et al. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bildung Nusantara.
Suandika, I. N., & Wirasatya, I. G. N. (2021). Fungsi Lembaga Pemasyarakatan dalam Melaksanakan Pembinaan Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP): Tinjauan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar. Raad Kertha.
Sujatno, A. (2012). Negara Tanpa Penpjara : Sebuah Renungan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Sukmadinata, N. S (2011), Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sunia, U. (2022). Model Kemitraan Dalam Program Pembinaan Kemandirian Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjungpinang. DECISION: Jurnal Administrasi Publik, 5(01). https://doi.org/10.23969/decision.v5i01.5571
Syamsu Yusuf LN. (2004). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Utari, S., Edison, & Kurnianingsih, F. (2022). Model Kemitraan dalam Program Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjungpinang. Journal of Public Administration Studies.
Yudiana, I. A., Cikusin, Y., & Sekarsari, R. W. (2019). Pembinaan Narapidana Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia (Studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Malang). Jurnal Respon Publik.
Zaki, M. G. S., & Anwar, U. (2022). Pembinaan kemandirian melalui keterampilan kerja dalam upaya meningkatkan keahlian sebagai bekal narapidana kembali ke masyarakat (Studi pada Rutan Kelas IIB Kebumen). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (Mei, 2022)
Zulkarnaen, & Rahim, A. (2022). Collaborative Governance Model Kolaborasi antar Stakeholder dalam pengelolaan sungai/parit sebagai batas daerah kota pontianak dengan kabupaten kubu raya. SCOPINDO.