Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lirik Lagu “Berakhir di Aku” Karya Idgitaf

Main Article Content

Suci Sri Rejeki

Abstract

Di era digital ini, generasi Z atau Gen-Z yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an menghadapi tantangan isu kesehatan mental. Salah satu cara menghadapi tantangan Kesehatan mental ala Gen Z yaitu dengan mendengarkan lagu. Lagu tidak hanya sebagai medium penyampaian pesan tetapi juga bagian dari mengekspresikan perasaan dan meluapkan emosi. Salah satu lagu yang banyak didengarkan oleh Gen Z yaitu lagu “Berakhir di Aku” karya Idgitaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi pesan moral yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian memberikan pemaknaan pesan moral tentang perpisahan dan kerinduan dalam hidup yang tersemat dalam lirik lagu tersebut. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang bagaimana makna-makna kompleks dalam lirik lagu dapat mencerminkan dan mempengaruhi dinamika hubungan manusia, serta memperluas wawasan terhadap peran musik sebagai media ekspresi dan komunikasi yang kuat dalam menyampaikan nilai-nilaim moral dan pengalaman manusia.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rejeki, S. S. . (2025). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lirik Lagu “Berakhir di Aku” Karya Idgitaf. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 170–182. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i2.7424
Section
Articles

References

Angellina, Cintya. 2024. “Dari Playlist Ke Real Life: Bagaimana Musik Menjadi Emosi Gen Z Di Spotify.” Kumparan News. Retrieved (https://kumparan.com/cintya-angellina/dari-playlist-ke-real-life-bagaimana-musik-menjadi-emosi-gen-z-di-spotify-23rWLwf43dc).

Bouzida. 2014. “The Semiological Analysis in Media Studies - Roland Barthes Approach.”

Cobley, Paul. 2015. “Narrative.” Routledge.

David, Arnoldus. 2023. “Mengupas Peran Musik: Dampak Dan Relevansinya Dalam Kehidupan Gen Z Saat Ini.” Kumparan News. Retrieved (https://kumparan.com/arnoldus-david/mengupas-peran-musik-dampak-dan-relevansinya-dalam-kehidupan-gen-z-saat-ini-21nKbCyaFNc).

Fiske, J. (1990). n.d. Introduction to Communication Studies (Second Edi). London: Routledge.

Naifah, Odja, Nisrin Zhohira, Amira Luthfy Budiharjo, Saniyya Dewi, and Nur Hafizhah. 2024. “2024 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Peran Konseling Komunitas Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Gen Z Di Era Digital 2024 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline.” 2(10):50–55.

Rusnianto, Angki Candra. 2016. “Musik Sebagai Media Penyampai Kritik Sosial (Analisi Lagu Karya Grup Band Simponi).” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sobur, A. 2001. Analisis Teks Media. Pustaka Setia.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Tjahjono, G. (2011). 2011. Benny H. Hoed, Semiotik Dan Dinamika Sosial Budaya. Second Edi. Depok: Komunitas Bambu, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Yasraf Amir Piliang. 2003. Hipersemiotika : Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Alfathri A. yogyakarta: Jalansutra.

Yonatan, Agnes Z. 2024. “Tingkat Depresi Gen Z Tertinggi Dibanding Kelompok Usia Lain Gen Z Menjadi Kelompok Yang Paling Rentan Terhadap Depresi, Dengan Angka Prevalensi Sebesar 2%.” GoodStats.

Yuliarti, M. S. 2015. “Komunikasi Musik: Pesan Nilai-Nilai Cinta Dalam Lagu Indonesia.” Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 12(2). Vol. 12 No.