Mencegah Flexing Menjadi Berkat Bagi Sesama di Media Sosial dalam Iman Kristen

Main Article Content

Cornelia Mariana Mainake
Yanto Paulus Hermanto

Abstract

Adanya beragam persoalan di dalam kebijakan menggunakan media sosial mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai masalah penggunaan media sosial terkhusus tentang perlaku flexing baik dari penyebabnya, bagaimana mencegahnya serta meninjaunya dari segi Iman Kristen. Tujuan Penelitian ini dilakukan dalam rangka mencegah perilaku flexing serta menjadikan setiap anak Tuhan bisa menjadi berkat melalui setiap unggahan di media sosial. Penulisan Jurnal ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang diambil dari jurnal , artkel ilmiah,buku serta sumber lain yang relevan dengan masalah yang ada, bidang penelitian ataupun teori sehingga memberikan  ringkasan, deskripsi dan evaluasi kritis dari karya tersebut. Observasi  tanpa partisipan dilakukan untuk pengumpulan data,studi kajian literatur ilmiah  serta  peneliti mengamati  fenomena yang terjadi di sosial media.Hasil temuan yang yang didapatkan mengenai perilaku flexing dan juga media sosial selain mempunyai dampak negatif juga  positif seperti untuk menyebarkan firman Tuhan melalui khotbah secara live,mengunggah firman Tuhan, buku – buku rohani sehingga orang percaya bisa  bertumbuh serta menjadi berkat bagi sesama.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Cornelia Mariana Mainake, & Yanto Paulus Hermanto. (2025). Mencegah Flexing Menjadi Berkat Bagi Sesama di Media Sosial dalam Iman Kristen. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 2264–2274. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i3.8351
Section
Articles

References

Belo, Y. (2021). Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial. JURNAL LUXNOS, 7, 288–302

Bogdan, Robert, T., Steven J. (1990). Looking at the Bright Side: A Positive Approach to Qualitative Policy and Evaluation Research. Syracuse University, Center on Human Policy, NY, V13 n2 p183-92 1990.

Camerling, Y. F., Lauled, M. Ch., & Eunike, S. C. (2020). GEREJA BERMISI MELALUI MEDIA DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 2(1), 1–22

Fahmi, A. N., Komariah, S., & Wulandari, P. (2024). FLEXING DAN PERSONAL BRANDING: KONTEN ANALISIS SOSIAL MEDIA GENERASI Z DI INDONESIA. Jurnal Analisa Sosiologi, 13(1), Article 1.

Hananto, D. (2022). KRISTUS AKTOR FLEXING YANG MEMPERJUANGKAN NILAI TANGGAPAN ATAS FENOMENA FLEXING. Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, 7(2), Article 2.

Khayati, N., Apriliyanti, D., Nastacia Sudiana, V., Setiawan, A., & Pramono, D. (2022). Fenomena flexing di media sosial sebagai ajang pengakuan kelas sosial dengan kajian teori fungsionalisme struktural. Jurnal Sosialisasi, 9(6).

Kristanto, D., & Pujiono, A. (2023). Literasi Agama Melalui Media Sosial dan Dampaknya Pada Anak Muda Kristen. Jurnal Salvation, 4, 72–82.

Media, K. C. (2022, March 9). Indra Kenz dan Doni Salmanan, Tersangka Penipuan “Binary Option” yang Diduga Lakukan Pencucian Uang. KOMPAS.com.

Nababan, S., Sianturi, E., Rantung, D. A., Naibaho, L., & Boiliu, E. R. (2024). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Teknologi bagi Remaja di era Digital. Harati: Jurnal Pendidikan Kristen, 3(2), 205–217.

Pakpahan, R., & Yoesgiantoro, D. (2023). ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF FLEXING IN SOCIAL MEDIA ON COMMUNITY LIFE. Journal of Information System, Informatics and Computing, 7(1), Article 1.

Patasik, H., Asniati, & Lungan, N. (2023). Spritualitas Ugahari dalam Mengatasi Fenomena Flexing Pemuda Kristen di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Arrabona, 6(1), 1–14.

Prayitno, I. S. P. (n.d.). Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Remaja dalam Membentuk Konsep Diri guna Menghadapi Krisis Identitas akibat Penggunaan Media Sosial. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta. Retrieved July 15, 2024

Raharja, H. F., Astuti, T. M. P., Atmaja, H. T., Lestari, P., & Handoyo, E. (2023). Peran Pendidikan Karakter Untuk Menghadapi Tren Flexing Di Era Teknologi. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 6(1), 369–374.

Samosir, I., & Kawengian, S. E. E. (2022). Be Wise in Social Media: SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 11(2), 151–170

Santoso, S., & Nurwiyati, E. (2023). MENGHADAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK SEBAGAI EPIDEMI MODERN: BEROBAT ATAU BERTOBAT? Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika, 5(2), Article 2.

Sari, P., Pautina, M. R., Lakadjo, M. A., Ardhian, N. L., & Prasetyo, A. (2023). Pandangan Teori Kebutuhan Dasar Abraham Maslow dan William Glasser tentang Fenomena Flexing. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 4(2), Article 2.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RD. Alfabeta.

Syauqii, F. (2022). Pengaruh Media Sosial Terhadap Keberadaan Insecure: Sebuah Analisis. Communication & Social Media, 2(2), Article 2.

Vivianisa. (2024, February 3). Flexing: Definisi, Contoh, Penyebab, Dampak, dan Cara Menyikapinya

Whitbourne, S.K. (n.d.). Bragging: When Is It OK and When Is It Not OK? | Psychology Today. Retrieved December 6, 2024