Hubungan Perilaku Pasien Dengan Kejadian Penyakit Ispa
Main Article Content
Abstract
Jumlah penderita Ispa cenderung mengalami peningkatan. Kebiasaan Masyarakat yang dapat menyebabkan ispa meningkat, adanya asap polusi udara yang dapat melemahkan pertahanan tubuh sehingga rentan terkena ispa, dan kondisi lingkungan rumah sekitar yang tidak sesuai dengan standar kesehatan juga dapat meningkatkan risiko ispa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku pasien dengan kejadian penyakit ispa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 120 dan Sampel dari penelitian ini adalah 61 responden.. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Hasil : Berdasarkan hasil analisa statistik menggunakan uji chi square test diperoleh nilai p value sebesar 0,081<0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan Perilaku Pasien dengan Kejadian Ispa di Kalianyar Ngronggot.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ardiansyah, E. (2016). Buku PintarMencegah Dan MengObati Anak. Bestari.
Ariano, Alvin dkk. (2019). Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Talok Kecamatan Kresek. Jurnal Kedokteran Yarsi
Depkes RI. (2002). Program Pencegahan Penyakit Menular .Dinkes : RI Jakarta.
Gazalo, Moh., Adeko, Riang. (2023). Analisis Faktor Lingkungan, Perilaku Terhadap Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (Ispa) Di Lembaga Permasyarakatan Bentiring Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health
Kemenkes RI, (2013), Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita
Ludyaningrum, R. M. (2016). Perilaku Berkendara Dan Jarak Tempuh Dengan Kejadian Ispa Pada Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi,
Maryunani, A. (2010). Lmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan.
Notoadmodjo, (2010).Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Notoadmojo (2012)., Promosi kesehatan yang mempengaruhi perilaku kesehatan (digilib.unila.ac.id/2443/10/BAB%20II.pdf).
Notoatmodjo, 2018. Metotologi penelitian Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2007).PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU.
Nursalam, 2013.Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan :Pendekatan Praktis.
Profil Puskesmas Ebungfauw. 2024. Data Ispa Tahun 2024. Puskesmas Ebungfauw Distrik Ebungfauw.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan .dari%0Ahttp://depkes.go.id/resources/dow%0Anload/general/Hasil Riskesdas%0A 13pdf.%0D,
Saydam, G. (2011). Memahami Berbagai Penyakit. Alfabeta.
Smeltzer, S. c., & Bare, B. G. (2002).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah (Edisi 8).Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sucipto, C, D. (2011). Vektor Penyakit Tropis. Gosyen Publishing.
WHO. (2007). Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA ) Yang Cenderung Menjadi Epidemi Dan Pandemi Fasilitas Kesehatan. dari%0Ahttp://depkes.go.id/resources/dow%0Anload/general/Hasil Riskesdas%0A 13pdf.%0D, diakses 26 oktober 2024.
Widodo, Y. P., Dewi, R. C., Saputri, L. D. (2018). Hubungan Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Jurnal Ilmu Kesehatan Bhamada.
World Health Organization .(2007). Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Yang Cenderung Menjadi Epidemi Dan Pandemi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pedoman Intermin WHO.Https://www.Who.Int/Csr/Resources/Pub lications/WHO_CDS_EPR_2007_8bahasa.Pdf.