Hubungan Riwayat Keluarga Dan Siklus Menstruasi Dengan Sindrom Premenstruasi Pada Remaja Putri
Main Article Content
Abstract
Sindrom pramenstruasi merupakan suatu kumpulan keluhan dan atau gejala fisik dan emosional yang terjadi pada wanita usia reproduktif. Angka kejadian sindrom pramenstruasi di negara barat yaitu 71-73%, di Indonesia angka kejadian sindrom pramenstruasi mencapai 85%. Sindrom pramenstruasi berdampak sekitar 14% perempuan di Indonesia beristirahat dari sekolah atau kantornya karena mengalami sindrom pramenstruasi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan riwayat keluarga dan siklus menstruasi dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua siswi kelas XI SMA N 1 Kotagajah sebanyak 174 siswi. Besar sampel hasil perhitungan diperoleh sebanyak 126 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian diperoleh remaja yang mengalami sindrom pramenstruasi sebanyak 64,3%, yang memiliki riwayat keluarga sebanyak 43,7%, dan yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur sebesar 53,2%. Hasil analisis hubungan riwayat keluarga dengan kejadian sindrom pramenstruasi diperoleh p-value = 0,021 dan POR= 2,651 sedangkan hasil analisis hubungan siklus menstruasi dengan kejadian sindrom pramenstruasi diperoleh p-value = 0,017 dan POR = 2,657. Kesimpulan ada hubungan riwayat keluarga dan siklus menstruasi dengan sindrom pramenstruasi. Diharapkan remaja putri melakukan olahraga teratur dan juga melakukan relaksasi untuk menjaga emosi dan pikiran yang positif, istirahat yang cukup dan pola makan yang teratur.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
. Anggrajani, Fenny dan Nalini Muhdi. 2011. Korelasi Faktor Risiko dengan Derajat Keparahan Premenstrual Syndrome pada Dokter Perempuan. Tersedia (http:// journal.unair.ac.id) [17 Juni 2014]
. Aspia, Nurul Kholijah, dkk. 2012. Analisis Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Karyawati Bagian Produksi.Tersedia (http://www.google.com/journal.unsil.ac.id) [6 Maret 2014]
. Bhuvaneswari K, Rabindran P, Bharadwaj B. Prevalence of premenstrual syndrome and its impact on quality of life among selected college students in Puducherry. Natl Med J India. 2019 Jan-Feb;32(1):17-19. [PubMed]
. Devi, Nirmala. 2012. Gizi Saat Sindrom Menstruasi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. 73 halaman
. Gudipally, P.R dan Sharma. G.K, 2023. Sindrom Pramenstruasi. Nasional Library of Medicine (NIH). https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/books (17 Juli 2023)
. Putri, Arridha Hutami. 2010. Hubungan Sindrom Pramenstruasi Dengan Regularitas Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi S-1 Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Tersedia (http://repository.usu.ac.id) [7 Januari 2014]
. Putri, Rosa Pratita Dwi Pratiwi. 2013. Hubungan antara Derajat Sindrom Pramenstruasi dan Aktifitas Fisik dengan Perilaku Makan pada Remaja Putri. Tersedia (http://eprints.undip.ac.id) [17 Juni 2014]
. Ricka, Wahyuni. 2010. Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan SindromaPramenstruasipada Siswi SMP Negeri 4 Surakarta. Tersedia ( [7 Januari 2014]
. Saryono dan Sejati. 2009. Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta : Nuha Medika. 88 halaman
. Setyowati. 2006. Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Sindroma Pramenstruasi pada Siswi SMA N 1 Purwodadi Kabupaten Grobokan. Tersedia (http://core.kmi.open.ac.uk) [7 Januari 2014]
. Sheehan, Jan. 2013. The Facts About Irregular Periods. Tersedia (http://www.everydayhealth.com) [7 Januari 2014]
. Sibagariang, Eva Ellya, dkk. 2010. Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Trans Info Media. 273 halaman
. Suparman, 2011. Premenstrual Syndrome. Jakarta: EGC. 105 halaman
. Varney, Helen, dkk. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4. Jakarta : EGC. 670 halaman
Wahyu, Zanni. 2012. Sindroma PreMenstruasi / PreMenstrual Syndrome (PMS) Tersedia (http://tipscepathamil100.blogspot.com) [7 Januaru 2014]