Perbandingan Unsur Intrinsik pada Legenda Danau Toba dan Legenda Lau Kawar
Main Article Content
Abstract
Legenda Danau Toba dan Lau Kawar merupakan bagian penting dari sastra lisan Batak yang merekam nilai moral, struktur sosial, dan pandangan budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan unsur intrinsik kedua legenda, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, amanat, serta sudut pandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode perbandingan sastra. Data diperoleh melalui studi pustaka dan teknik pencatatan terhadap teks kedua legenda, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan unsur intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua legenda memiliki kesamaan pada penggunaan alur maju, konflik keluarga, serta penyelesaian cerita berupa bencana alam yang berkaitan dengan konsekuensi moral. Perbedaannya terletak pada sumber konflik dan konteks sosial budaya yang membentuk narasi. Legenda Danau Toba menekankan pelanggaran janji, sedangkan Lau Kawar menyoroti kesalahpahaman dan lemahnya komunikasi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur naratif kedua legenda berfungsi sebagai medium transmisi nilai moral dan budaya masyarakat Batak.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Beno, M., Priyadi, A. T., & Seli, S. (2015). Unsur intrinsik dalam legenda Ulai Bujang Karem sastra lisan Dayak Ketungau Sesaek Kabupaten Sekadau. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(11). https://doi.org/10.26418/jppk.v4i11.12417
Firmansyah, A., Jiwandono, N. R., Sahasti, J. P., & Agus, M. A. M. (2026). Analisis struktur naratif dan nilai didaktis dalam legenda Danau Lau Kawar: Studi sastra lisan Sumatra Utara. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.30596/jpbsi.v7i1.28237
Kembaren, M. M., Nasution, A. A., & Lubis, M. H. (2020). Cerita rakyat Melayu Sumatra Utara berupa mitos dan legenda dalam membentuk kearifan lokal masyarakat. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 8(1), 1–12. https://rumpunjurnal.com/jurnal/index.php/rumpun/article/view/117
Permana, A., Juwita, L., & Zenab, A. S. (2019). Analisis unsur intrinsik novel Menggapai Matahari karya Dermawan Wibisono. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 21–26. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/1885
Ruslan, H. (2023). Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita rakyat Vova Saggayu di Kabupaten Pasangkayu. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(2), 73–90. https://doi.org/10.53769/deiktis.v3i2.449
Sarie, Y. K., Mutjaba, S., & Adham, M. J. I. (2021). Perbandingan cerita rakyat Danau Toba dengan cerita rakyat Tsuru No Ongaeshi: Pendekatan struktural. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3740–3747. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1260
Seli, S. (2018). Kearifan lokal dalam legenda Dayak Kanayatn. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan, 1(2), 73–88. https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v1i2.25270
Wongsopatty, E. (2020). Pantun sahur dalam sastra lisan Banda Neira. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 4(1), 15–20. https://doi.org/10.25157/literasi.v4i1.3086